Kapolri: SIM A Umum Jalan Tengah

Minggu , 11 Maret 2018 | 15:45
Kapolri: SIM A Umum Jalan Tengah
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Foto: Dok/Ist)

YOGYAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, syarat pengendara taksi online harus memiliki SIM A Umum sesuai peraturan Menteri Perhubungan No. 108/2017 merupakan jalan tengah untuk menghindari perselisihan dengan taksi konvensional.

"Saya mendukung peraturan yang dikeluarkan Menhub sebagai upaya untuk memfasilitasi keberadaan taksi online agar sejajar dengan taksi konvensional," kata Tito di Yogyakarta, Minggu (11/3/2018) seperti dilansir antaranews.com.

Hal tersebut disampaikan seusai bersama Menteri Perhubungan Budi Karta Sumadi meninjau pembuatan SIM A Umum kolektif di Mapolres Kota Yogyakarta.

Menurut Kapolri, keberadaan taksi online nemang tidak bisa dibendung karena sudah merupakan fenomena global serta mengikuti kemajuan teknologi yang juga terjadi di mana-mana.

Dia mengatakan, keberadaan taksi online di satu sisi memang memberikan manfaat dan keuntungan bagi masyarakat. Namun, keberadaannya tetap harus diatur.

Sekalipun memberikan manfaat, kata dia, keberadaannya tetap harus diatur agar tidak merugikan keberadaan taksi konvensional. "Dengan adanya SIM A Umum maka pengemudi taksi online juga memiliki identitas sama dengan taksi konvensional," dia menambahkan.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load