Marcus Mekeng dan Markus Nari Terima Uang Korupsi e-KTP

Senin , 21 Mei 2018 | 18:40
Marcus Mekeng dan Markus Nari Terima Uang Korupsi e-KTP
Sumber Foto breakingnews.co,id
Irvanto Hendra Pambudi Cahyo

JAKARTA - Direktur PT Murakabi Sejahtera Irvanto Hendra Pambudi Cahyo menjabarkan sejumlah proses pemberian uang kepada sejumlah anggota DPR termasuk ke mantan ketua badan anggaran (banggar) Melchias Markus Mekeng dan anggota DPR dari fraksi Partai Golkar Markus Nari.

"Saya diperintahkan Pak Andi Agustinus memberikan satu juta dolar AS di lantai 12, kebetulan di ruangannya beliau (Setya Novanto) itu ada Pak Mekeng dan Markus Nari, beliau sedang ada tamu, dan setelah saya membawa uang, saya lapor ke beliau, 'Ini saya diperintahkan Andi untuk bawa uang ini, langsung saja ke Pak Mekeng dan Pak Markus, langsung saya serahkan ke yang bersangkutan," kata Irvanto di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (21/5/2018).

Irvanto menjadi saksi untuk Direktur PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo mendapat keuntungan sebesar Rp79,039 miliar dari perbuatan melawan hukum yang dilakukan bersama-sama dengan pihak lain dalam proyek pengadan KTP Elektronik tahun anggaran 2011-2012.

Selain Irvanto, jaksa penuntut umum juga menghadirkan mantan Ketua DPR Setya Novanto yang sudah divonis 15 tahun penjara dalam perkara yang sama. Setya Novanto adalah paman Irvanto."Pak Novanto menyaksikan pemberian itu karena saya menyerahkan ke Pak Markus Nari langsung sebesar 1 juta dolar AS, kebetulan mereka duduknya berdampingan bersebelahan itu," Irvanto mengungkapkan.

Uang itu adalah uang yang diambil dari Iwan Barala, yang bekerja di "money changer" PT Inti Valuta."Uang itu dari Iwan Barala, saya hanya diperintahkan Pak Andi, saya sebagai kurir saja," katanya seperti dilansir antaranews.com.

Irvanto mengaku bersedia mengikuti perintah Andi Agustinus karena awalnya ia dijanjikan proyek untuk PT Murakabi dalam proyek e-KTP."Saya dijanjikan 1,5 juta dolar AS dari Pak Andi, tapi sampai sekarang belum terealisasi sepanjang 2010 - 2012 itu saya terima seluruhnya Rp400 juta," katanya.

Irvanto selanjutnya merinci sejumlah uang yang ia serahkan kepada anggota DPR lainnya yaitu mantan Ketua Komisi II Chairuman Harahap sebesar 500 ribu dolar AS dan satu juta dolar AS, selanjutnya Melchias Markus Mekeng satu juta dolar AS, mantan ketua fraksi Partai Golkar Agun Gunanjar 500 juta dolar AS dan satu juta dolar AS, mantan ketua fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah 500 ribu dolar AS dan 100 ribu dolar AS, anggota DPR dari fraksi Partai Demokrat Nurhayati Assegaf 100 ribu dolar AS.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load