Setelah Helmi Yahya, Kini Dewas Juga Nonatifkan Tiga Direktur TVRI

Jumat , 27 Maret 2020 | 21:35
Setelah Helmi Yahya, Kini Dewas Juga Nonatifkan Tiga Direktur TVRI
Sumber Foto CNN Indoneaia
Ilustrasi

JAKARTA--Setelah memecat Helmi Yahya sebagai Direktur Utama TVRI periode 2017-2022, Dewan Pengawas TVRI kini mencopot tiga anggota direksi untuk sementara waktu. Keputusan tersebut dikeluarkan melalui surat Keputusan Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik TVRI No 4 Tahun 2020.

Ketiga direktur yang dicopot adalah Apni Jaya Putra selaku Direktur Program dan Berita, Isnan Rahmanto selaku Direktur Keuangan, dan Tumpak Pasaribu selaku Direktur Umum. Mereka adalah direksi yang periodenya sama dengan Helmy Yahhya.

Surat keputusan tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Dewan Pengawas LPP RRI Arief Hidayat Thamrin pada hari Jumat (27/3).

"Selama nonaktif sementara sebagai anggota dewan direksi Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia, masing-masing yang bersangkutan sebagaimana disebut dalam diktum pertama, tetap mendapatkan penghasilan sebagai anggota dewan direksi," tulis Arief dalam surat keputusan tersebut.

Dewan Pengawas pun dalam surat itu juga menunjuk tiga orang untuk menduduki jabatan tersebut. Mereka adalah Usrin Usman selaku Kepala TVRI Jakarta menjadi Plh Direktur Program dan Berita, Tellman Wienfrieds Roringpandey selaku Kepala TVRI Jateng menjadi Plh Direktur Keuangan, dan Wisnugroho selaku Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan menjadi Plh Direktur Umum.

Surat Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik TVRI (LPP TVRI) sangat tegas terkait rencana pemberhentian jajaran Direksi TVRI. Dalam rilis tersebut dengan huruf kapital tertulis, “persoalan internal TVRI tidak akan menggangu operasional LPP TVRI khususnya dalam menyelenggarakan liputan dan siaran Covid 19 dalam mendukung pemerintah dan negara memerangi Covid 19.

 

Polemik antara jajaran Dewan Pengawas dengan Direksi TVRI memanas sejak Helmy Yahya dipecat. Bahkan muncul kelompok menamakan Komite Penyelamat TVRI yang membuat petisi agar empat anggota Dewan Pengawas mundur.

Perihal lain, jelas Arief, yang menjadi konsideran penting dalam pengambilan keputusan ini adalah upaya Dewas mendorong direksi untuk segera memperhatikan dan membayar tunjangan kinerja (tunkin) untuk seluruh karyawan yang terus dihambat oleh direksi.

“Pencairan tunkin ini menjadi sangat krusial dibutuhkan lebih dari 4000 karyawan yang membutuhkan tunjangan disaat mereka akan memasuki bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, apalagi saat ini berdampak pada pendemi Covid 19,” pungkasnya.



Sumber Berita: Berbagai sumber

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load