Anggota DPR Amin Santono Diduga Terima Suap Rp 500 Juta

Sabtu , 05 Mei 2018 | 21:45
Anggota DPR Amin Santono Diduga Terima Suap Rp 500 Juta
Sumber Foto detik.com
KPK menggelar barang bukti suap.

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan anggota Komisi XI DPR Amin Santono sebagai tersangka kasus suap. Ia diduga menerima duit suap senilai Rp 500 juta.

"Diduga penerimaan total Rp 500 juta merupakan bagian dari 7 persen biaya komitmen yang dijanjikan dari 2 proyek di Pemkab Sumedang senilai total sekitar Rp 25 miliar, diduga komitmen fee Rp 1,7 miliar," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5/2018).

Duit suap itu diduga berasal dari seorang kontraktor bernama Ahmad Ghiast. Duit suap diduga diberi secara bertahap."Uang diberikan oleh AG (Ahmad Ghiast) seorang kontraktor di lingkungan Pemkab Sumedang. Rp 400 juta diberikan secara tunai kepada AMS (Amin Santono) pada 4 Mei 2018 sesaat sebelum KPK melakukan tangkap tangan. Rp 100 juta diberikan melalui tranfer kepada EKK (Eka Kamaluddin)," ucap Saut seperti dilansir detik.com.

Sumber dana untuk suap itu disebut berasal dari para kontraktor di Sumedan dan Ahmad diduga sebagai koordinator sekaligu pengepul dana.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Amin sebagai tersangka suap. Amin, yang berasal dari Partai Demokrat itu ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya."Kedua proyek tersebut adalah proyek pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan di Kabupaten Sumedang senilai Rp 4 miliar, dan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Sumedang senilai Rp 21,850 miliar," ujar Saut.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke peny dikan serta menetapkan 4 orang tersangka, yaitu diduga sebagai penerima AMS (Amin Santono), Anggota Komisi XI DPR RI, EKK (Eka Kamaluddin), swasta atau perantara, YP (Yaya Purnomo), Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan," Saut menambahkan.

Selain itu, Ahmad Ghiast juga ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga memberi suap kepada Amin.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load