Jika Benar Kader Demokrat Bakal Diberhentikan  

Sabtu , 05 Mei 2018 | 08:33
Jika Benar Kader Demokrat Bakal Diberhentikan   
Sumber Foto Dok/Ist
Amir Syamsudin

JAKARTA - Anggota DPR yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (4/5/2018) disebut-sebut anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Demokrat.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat (PD) Amir Syamsudin mengaku, pihaknya akan mengecek kabar tersebut."Saya sendiri baru dengar, dan belum bisa comment jauh sebelum telusuri apa yang terjadi," katanya, Sabtu (5/5/2018).

Namun, dia menegaskan jika kabar tersebut benar maka partainya akan mengambil tindakan tegas. Anggota Fraksi Demokrat yang dimaksud akan segera diberhentikan dari DPR.

"Yang jelas tindakan Demokrat selalu sangat jelas dan tegas. Sudah pasti akan diberhentikan. Preseden yang lalu-lalu, semua kader kita kalau menghadapi persoalan seperti ini pasti segera direkomendasikan oleh Dewan Kehomaratan dan DPP sudah pasti akan diberhentikan dan selanjutkan akan di-PAW-kan," kata Amir seperti dilansir detik.com.

Sebelumnya, KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap satu orang anggota DPR."KPK mengamankan satu orang anggota DPR dan beberapa orang lain yang kami duga sebagai pihak pemberi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Sabtu (5/5/2018) dini hari.

Total ada sembilan orang yang diamankan pada Jumat (4/5/2018) malam dari beberapa tempat di Jakarta."Sembilan orang yang diamankan terdiri dari anggota DPR yang membidangi keuangan, swasta dan unsur lain. Uang yang diamankan sekitar ratusan juta rupiah diduga terkait dengan proses usulan penganggaran," Febri menambahkan seperti dikutip antaranews.com.

KPK menduga telah terjadi transaksi pemberian uang kepada penyelenggara negara."Pemeriksaan kita punya waktu paling lama 24 jam untuk melakukan proses pemeriksaan tersebut," katanya.

Ia menyatakan kesembilan orang itu sudah berada di kantor KPK."Setelah 1 x 24 jam kami akan sampaikan hasilkan kepada publik," tambah Febri.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load