Catatan Politik: Golkar Mengincar Pilpres 2024

Kamis , 05 Desember 2019 | 08:56
Catatan Politik: Golkar Mengincar Pilpres 2024
Sumber Foto PinterPolitik
Airlangga Hartarto bersama Presiden Jokowi

Airlangga Hartarto akhirnya terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Partai Golkar Periode 2019-2024, setelah para tokoh senior berhasil meredam konflik internal yang merebak menjelang munas. Terpilihnya Airlangga juga menunjukkan Golkar cukup solid untuk menatap ke depan, termasuk memberikan peluang besar bagi pencalonan kader terbaik partai dalam Pilpres tahun 2024 yang akan datang.

Ini sebuah pencapaian yang sangat positif bagi partai tertua yang memang memiliki banyak sekali kader bagus. Semula dikhawatirkan akan terjadi perpecahan terbuka dalam Munas ini karena tercatat ada sembilan kader terbaik yang ingin maju memperebutkan kursi Ketua Umum. Namun satu demi satu terseleksi dan akhirnya tinggal Airlangga yang bertahan. 

Pesaing paling potensial adalah Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang kini menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Bamsoet dipercaya memiliki banyak dukungan dari kader muda dan daerah. Namun Bamsoet akhirnya harus mundur setelah pendekatan yang dilakukan oleh beberapa senior partai, termasuk Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie dan Luhut B Panjaitan. 

Dari semula publik juga membaca kecenderungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang merasa nyaman dengan posisi Airlangga sebagai Ketum. Pengangkatan Airlangga sebagai Menko Perekonomian dalam kabinet juga menunjukkan kepercayaan Jokowi yang sangat tinggi kepada putra Menteri Perindustrian pada jaman Orde Baru, Hartarto. 

Maka Airlangga Hartarto kini berada dalam posisi yang sangat kuat dan menguntungkan sebagai politisi dan pejabat tinggi pemerintah serta memiliki peluang besar untuk menggantikan posisi Jokowi lima tahun yang akan datang. Kini usianya baru 57 tahun sehingga sudah sangat matang bila ia mencalonkan diri secagai Capres pada 2024 nanti.

Ambisi Golkar untuk mencalonkan Capres sendiri terlihat kental dalam Munas. Ketua DPD Partai Golkar Gorontalo Rusli Habibie dalam pandangan umum secara terang-terangan mencanangkan pencapresan tersebut. "Kami akan berusaha agar beliau jadi Capres. Agar kita tidak menghabiskan waktu mendorong kader lain jadi presiden RI," kata Rusli. 

Ketua DPD Sumatera Selatan Alex Noerdin juga meminta Airlangga bersedia dicalonkan menjadi Capres. "Kami dari Sumsel memohon, meminta kepada Airlangga untuk bersedia dicalonkan (capres). Sumsel mendukung serta memilih pak Airlangga kembali memimpin Golkar sebagai ketum yang akan datang," kata Alex. 

Pencapresan Airlangga pada 2024 tersebut kiranya menjadi alasan paling kuat dan masuk akal, mengapa Bamsoet menerima desakan para senior untuk mundur. Sebab kalau Bamsoet terus maju akan merusak strategi besar partai, apalagi bila ia sampai dan menjadi Ketum. Meskipun Bamsoet dipandang sebagai kader bagus, ia tidak memiliki pengalaman pemerintahan seperti Airlangga. 

Ambisi pencalonan Capres tersebut tidak dimungkiri oleh tokoh senior Golkar Akbar Tandjung, meski ia menilai masih terlalu dini membahasnya sekarang. Menurut Akbar, yang harus diutamakan adalah menggenjot suara partai. "Prioritas utama kita ke depan adalah menaikkan perolehan suara Golkar. Syukur kalau kita kembali jadi pemenang. Kalau menang akan relatif lebih mudah untuk kita mencari dan menetapkan capres kita," katanya. 

Ke depan kita akan menyaksikan bagaimana Airlangga menempatkan diri sebagai tokoh paling potensial untuk menggantikan Presiden Jokowi. Tentu saja Pilpres 2024 menjadi sangat menarik karena,  bisa jadi,  akan mulai terlihat pergeseran-pergeseran koalisi. 

Posisi PDIP sebagai partai pemenang Pemilu tentu akan sangat menentukan dan tidak mau sekedar menjadi partai pendukung saja. Namun menjadi pertanyaan, siapa yang akan diusung PDIP sebagai Capres? Mungkin saja Ganjar Pranowo yang kini Gubernur Jateng, atau Ketua DPR Puan Maharani. 

Selain itu masih ada partai kuat seperti Gerindra, Nasdem, juga PKS dan Demokrat. Mungkinkah mereka mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan? Atau Ridwan Kamil? Siapapun nanti yang akan diusung partai-partai itu, Pilpres 2024 akan lebih menarik karena orang-orang hebat mulai mempersiapkan diri untuk memimpin republik tercinta ini. (BC)



Sumber Berita:Berbagai sumber

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load