Polri: Tersangka Kerusuhan Papua Menjadi 78 Orang

Kamis , 05 September 2019 | 17:41
Polri: Tersangka Kerusuhan Papua Menjadi 78 Orang
Sumber Foto Dok/Ist
Brigjen Dedi Prasetyo

JAKARTA - Polisi menetapkan 78 orang tersangka kerusuhan Papua meliputi 57 orang tersangka terkait kerusuhan di Papua dan 21 orang lainnya di Papua Barat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan hal itu di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (5/9/2019). Ia mengatakan, angka itu mengalami peningkatan dari sebelumnya berjumlah 68 tersangka.

Dedi menyebutkan dari 57 tersangka di Papua, 33 tersangka di antaranya berada di Jayapura, Timika 10 tersangka dan Deiyai 14 tersangka. Para tersangka dijerat Pasal 212 KUHP, Pasal 170 KUHP, Pasal 187 KUHP, Pasal 160 UU darurat nomor 12 tahun 1951.

Sementara itu, sembilan orang tersangka di Papua Barat, termasuk mantan kader Perindo Sayang Mandabayan yang kini ditahan. Tujuh tersangka lainnya berada di Sorong, dan lima tersangka di Fakfak. "Jadi total (Papua Barat) 21 tersangka," tuturnya.

Dedi menambahkan, di Jawa Timur terdapat tiga tersangka terkait isu kerusuhan di asrama mahasiswa Papua di Surabaya yaitu TS, SA dan VK.

Terpisah, Polda Metro Jaya telah menetapkan delapan tersangka terkait dugaan makar dan provokasi peristiwa kerusuhan Papua. Polisi menetapkan Juru Bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Surya Anta dan lima mahasiswa Papua sebagai tersangka dalam pengibaran bendera Bintang Kejora saat unjuk rasa di depan Istana Merdeka.

Sejak Minggu (1/9/2019) lalu keenam orang tersebut ditahan di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Juru bicara tim kuasa hukum Koalisi Masyarakat Sipil, Suarbudaya Rahadian meyakini para kliennya tidak bersalah. Karena itu pihaknya mengajukan pembebasan tanpa syarat secepatnya.  Tim kuasa hukum aktivis Papua berencana juga berencana hal serupa.

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load