Polri Bantah Kabar 8 Warga Tewas di Deiyai Papua

Senin , 02 September 2019 | 14:15
Polri Bantah Kabar 8 Warga Tewas di Deiyai Papua
Sumber Foto Dok/Ist
Brigjen Dedi Prasetyo

JAKARTA - Polri menegaskan kabar yang menyebut 7 sampai 8 warga di Deiyai, Papua tewas saat kerusuhan tidak benar. Polri menyatakan 1 anggota TNI gugur.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan hal itu saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/8/2019)."Sudah saya konfirmasi langsung ke Polda Papua, bahwa informasi tersebut (7 sampai 8 warga tewas) tidak benar," katanya.

Menurutnya, data terbaru adalah 2 warga sipil dan 1 anggota TNI meninggal saat kerusuhan di Deiyai. Sementara 3 anggota Polri terluka."Itu masih kita update semuanya," katanya.

Dedi mengimbau semua pihak turut menjaga situasi di Papua kondusif. Dengan begitu, masyarakat bisa beraktivitas normal."Anggota di sana sudah bekerja secara maksimal. Yang jelas dan yang terpenting bagaimana kita menjaga situasi Papua tetap kondusif, seluruh aktivitas masyarakat bisa berjalan normal seperti biasa," dia menambahkan seperti dikutip detik.com.

Sebelumnya, jumlah tersangka kerusuhan yang terjadi di Provinsi Papua Barat bertambah menjadi 20 orang. Mereka terlibat dalam kerusuhan di Manokrawi, Sorong dan Fakfak.

Juru Bicara Polda Papua Barat, Ajun Komisaris Besar Mathias Krey mengatakan, polisi terus menelusuri pelaku perusakan, pembakaran serta penjarahan pada kerusuhan 19 hingga 21 Agustus 2019. Mathias mengatakan, jumlah tersangka bisa saja bertambah.

"Masih ada kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah. pengembangan masih berlangsung baik di Manokwari, Sorong maupun Fakfak," katanya seperti dikutip antaranews.com, Senin (2/9/2019).

KOMENTAR

End of content

No more pages to load