Komnas HAM Didesak Selidiki Dugaan Rasisme di Asrama Papua Surabaya

Selasa , 20 Agustus 2019 | 12:04
Komnas HAM Didesak Selidiki Dugaan Rasisme di Asrama Papua Surabaya
Sumber Foto Detik.com
Komnas HAM didesak selidiki dugaan rasisme di Asrama Papua Surabaya.

JAKARTA - Kantor bantuan hukum, Lokataru Foundation mendesak Komnas HAM untuk melakukan penyelidikan dugaan tindak rasisme di asrama mahasiswa Papua, Surabaya. Lokataru meminta Komnas HAM mengusut siapa pelaku yang melakukan tindakan rasisme tersebut.

"Kami ingin merespon kejadian yang terjadi di asrama Papua, kejadian kekerasan, kejadian tindakan rasisme yang dilakukan oknum aparat dan juga ormas reaksioner. Kami meminta kepada Komnas HAM untuk menyelidiki siapa pelaku tindakan rasisme, siapa pelaku tindakan kekerasan," kata Researcher Assistant Lokataru Foudantion, Muhammad Elfiansyah Alaydrus di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019).

Elfiansyah menilai negara selama ini hanya menyelidiki siapa penyebar video rasisme tersebut. Padahal, menurut dia, siapa pelaku yang melakukan tindakan rasis juga harus diusut. Karena itu pihaknya pun meminta Komnas HAM mengawasi terhadap setiap tindak rasisme.

"Hari ini negara hanya mempersoalkan penyebar video rasisme itu, tapi yang perlu dilakukan negara dan sudah diamanatkan UU 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. Bahwa Komnas HAM harus melakukan pengawasan terhadap tindakan kekerasan ras dan etnis," ujarnya seperti dilaporkan detik.com.

Selain itu, Elfiansyah juga mendorong Komnas HAM membentuk tim untuk menyelidiki siapa pelaku rasisme tersebut. Dia meminta jangan sampai konflik antar sesama masyarakat terjadi karena rasisme."Maka kami hari ini Lokataru Foudation dan juga masyarakat Papua ingin melaporkan dan kami harap nanti Komnas HAM nanti membentuk suatu tim untuk menyelidiki siapa pelaku tindakan rasisme. Jangan sampai terjadi lagi konflik horisontal antar masyarakat, yang dikorbankan adalah masyarakat," tuturnya.

Senada dengan Elfiansyah, Koordinator Masyarakat Papua, Yerangga, meminta Komnas HAM mengusut tindakan rasisme di asrama mahasiwa Papua dan mencari tahu siapa pelakunya. Yerangga juga meminta ketegasan Presiden Joko Widodo untuk tidak membedakan ras di Indonesia."Jadi kami hari ini datang bersama Lokataru mendesak kepada Komnas HAM untuk membentuk tim, tim supaya mengusut siapa yg menggunakan bahasa-bahasa itu," pinta Yerangga.

"Kami juga berharap kepada Pak Presiden untuk tegas jangan ada perbedaan-perbedaan ras di negara. Kalau memang ini NKRI ya harus sebut NKRI. Jangan sampai ada kata monyet. Tuhan ciptakan kita ke dunia ini tinggi derajatnya, masa kita dikatakan sama dengan binatang," imbuh dia.

Sebelumnya diberitakan, ricuh di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan, Surabaya, berlangsung pada Sabtu (17/8/2019), sore. Polisi berencana menjemput mahasiswa asal Papua di asrama terkait insiden pembuangan bendera merah putih. Namun, sudah 1 jam ditunggu, mahasiswa itu tak mau keluar.

Karena peringatannya tak diindahkan, polisi akhirnya memilih untuk melakukan tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata. Terdengar ada hampir 20-an tembakan yang menggema.

Tindakan tersebut yang kemudian dipersoalkan oleh para mahasiswa di Surabaya tersebut. Terlebih, menurut para mahasiswa Papua, ada kalimat-kalimat rasis yang ditujukan kepada para mereka.

Tindakan tersebut kemudian juga menyulut protes di Papua dan Papua Barat. Kerusuhan bahkan sempat terjadi di berbagai wilayah di Papua Barat.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load