Eks Dirut Anak Perusahaan Jakpro Jadi Tersangka Korupsi

Selasa , 30 November 2021 | 07:58
Eks Dirut Anak Perusahaan Jakpro Jadi Tersangka Korupsi
Sumber Foto dok/ist
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Rusdi Hartono.

JAKARTA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan eks Direktur Utama (Dirut) PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP), Ario Pramadhi dan Vice President Finance & IT, Christman Desanto sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi.

JIP diketahui merupakan anak usaha dari BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang bergerak dalam bidang usaha infrastruktur telekomunikasi dan jalan raya.

"Tersangka atas nama AP (Direktur Utama PT JIP) dan CS (VP Finance & IT PT JIP)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Selasa (30/11/2021).

Dalam hal ini, kasus dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang/jasa pembangunan infrastruktur Gigabit Passive Optical Network (GPON) oleh PT JIP pada periode tahun 2017-2018.

Pengusutan kasus tersebut, kata dia, merupakan hasil dari laporan polisi (LP) bernomor LP/A/0072/II/2021/Bareskrim per tanggal 5 Februari 2021. Setelah itu, kasus ditingkatkan sebagai penyidikan pada 8 Februari 2021.

Rusdi menerangkan penyidik telah melakukan serangkaian penyitaan dari barang bukti berupa 15 handphone, 3 laptop dan CPU milik PT JIP. Kemudian, rekening koran dalam dua bank milik PT JIP.

Lalu, sertifikat tanah dan bangunan di wilayah Bekasi sebanyak total empat dokumen SHM. Berkas dokumen lain sebanyak 161 buah berkaitan dengan PT JIP. Bukti dokumen perjanjian antara PT JIP dengan PT ACB, PT IKP dan PT TPI.

Dokumen pencairan dana PT Jakpro ke PT JIP dan Invoice pembelian material GPON."Barang Bukti disita dari PT. JAKPRO, PT. JIP, PT. GTP dan oknum Pejabat PT. JIP," ucap Rusdi.

Belum diketahui secara rinci mengenai kronologi perkara dugaan kasus korupsi tersebut. Termasuk jumlah dugaan kerugian keuangan negara yang timbul dalam perkara ini.

Di luar kronologi kasus yang belum dirinci itu, Rusdi menjelaskan penyidik tengah melakukan penelusuran aset tersangka untuk mendalami dugaan pelanggaran tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penjelasan Jakpro

Manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) menegaskan, kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan pimpinan anak perusahaannya, yakni Direktur Utama PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) berinisial AP tidak terkait langsung dengan perusahaan induk.

"Perkara ini harus ditekankan kasus yang terjadi di JIP secara hukum memiliki entitas berbeda dengan Jakpro," kata Legal PT Jakarta Propertindo​​​ (Jakpro) Agus Jayaputra di Jakarta, Selasa.

Agus menjelaskan, Jakarta Propertindo ​​​​​​​(Jakpro) hanya memberikan pinjaman anggaran kepada anak perusahaannya, PT JIP untuk mengerjakan proyek pembangunan menara dan infrastruktur "Gigabit Passive Optical Network" (GPON).

Adapun seluruh proses, baik pengadaan, pengerjaan proyek hingga penggunaan anggaran sepenuhnya menjadi kewenangan dan tanggung jawab manajemen PT JIP."Uang pinjaman Jakpro tidak hilang karena tercatat sebagai piutang," ujar Agus.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Jakpro Nadia Disposanjoyo mengatakan, Jakpro mendukung penyidik Bareskrim untuk proses hukum yang sedang berjalan terhadap PT JIP.(*)



Sumber Berita: CNN Indonesia/Antara
KOMENTAR

End of content

No more pages to load