Kapolda Papua: Bentrok Kopassus dan Brimob Berakhir Damai

Senin , 29 November 2021 | 13:20
Kapolda Papua: Bentrok Kopassus dan Brimob Berakhir Damai
Sumber Fotodok/Humas Polda Papua
Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri.

JAKARTA - Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri memastikan insiden perkelahian antara personel TNI dan polisi di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72, Kabupaten Mimika Papua telah berakhir damai.

Ia menyebutkan bahwa persoalan yang melibatkan Satgas Amole dari unsur Brimob Polri dan Nanggala dari Kopassus TNI dipicu oleh kesalahpahaman yang sudah ditengahi."Sudah diselesaikan, sudah berdamai," kata Fakhiri saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (29/11/2021).

Dia mengatakan bahwa dua satgas khusus yang ditempatkan di wilayah Bumi Cenderawasih itu berada di bawah kendali dirinya dalam Operasi Nemangkawi.

Operasi Nemangkawi dilakukan oleh aparat gabungan dari unsur TNI-Polri untuk menangani permasalahan kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau bagian dari separatisme di Bumi Cenderawasih.

Dari kronologi kejadian versi polisi, disebutkan bahwa bentrok dipicu masalah harga rokok yang dijual oleh personel Satgas Amole kepada anggota Nanggala.

"Personel Nanggala Kopassus sebanyak 20 orang membeli rokok dan komplain mengenai harga rokok yang dijual personel Amole Kompi 3 penugasan," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal kepada wartawan dihubungi terpisah.

Menurut Kamal, cekcok terkait harga rokok itu yang kemudian menyulut aksi dugaan pengeroyokan oleh anggota TNI tersebut kepada enam personel Satgas Amole. Enam polisi, disebut Kamal, mengalami luka akibat senjata tajam dan tumpul.

Menurutnya, masalah tersebut kini sudah terselesaikan dengan damai. Hanya saja, proses penindakan disiplin terhadap masing-masing anggota yang terlibat perkelahian akan tetap dilakukan.

"Pasca kejadian tersebut situasi di Kabupaten Mimika khususnya di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72 tepat di depan Mess Hall, Timika, Papua aman dan kondusif," katanya.

Sejumlah rekaman video yang tersebar di media sosial memperlihatkan situasi malam saat bentrokan itu pecah. Salah satunya, diunggah akun Instagram @infokomando.official, Minggu (28/11/2021).

Terlihat anggota polisi memakai rompi dan seragam menenteng senjata api dan sesekali melepaskan tembakan sembari teriak dan mengancam akan membunuh.(*)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load