Bentrok Ormas di Karawang, 7 Orang Ditangkap

Kamis , 25 November 2021 | 12:12
Bentrok Ormas di Karawang, 7 Orang Ditangkap
Sumber Foto dok/Tribunnews
Sebuah mobil rusak parah akibat bentrok ormas di Karawang, Rabu (24/11/2021) siang.

KARAWANG - Polisi menangkap tujuh orang yang diduga terlibat dalam kericuhan dan bentrok antara ormas (ormas) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan LSM NKRI di Jalan Interchange, Karawang Barat pada Rabu (24/11/2021) siang.

"Polres Karawang sudah mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat kasus kemarin," kata Kepala Seksi Humas Polres Karawang, Ipda Richie saat dikonfirmasi, Kamis (25/11/2021).

Namun, ia belum dapat merinci identitas ataupun latar belakang Ormas dari pihak-pihak yang diamankan oleh kepolisian tersebut. Ia menyebutkan bahwa tujuh orang tersebut masih diperiksa secara intensif oleh penyidik hingga saat ini.

"Dari unsur ormas atau bukannya masih dalam tahap pemeriksaan, nanti ada informasi lebih lanjut," tambahnya.

Bentrok dua kelompok Ormas itu menyebabkan satu orang meninggal dunia. Korban meninggal saat mendapat perawatan di Mandaya Hospital, Rabu (24/11/2021) malam. Korban meninggal dunia itu bernama Achmad Sudir yang berasal dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Richie menyebutkan, bentrok itu bermula saat ada unjuk rasa penyampaian aspirasi ke PT Ichi Karawang yang dilakukan oleh GMBI. Semula, demonstrasi tersebut dapat diamankan oleh polisi, tapi kericuhan tak terbendung beberapa waktu kemudian.

Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Karawang menduga bahwa peristiwa itu dipicu oleh perebutan limbah perusahaan. Namun, belum diketahui secara resmi hasil penyelidikan kepolisian terkait peristiwa yang sempat mengakibatkan kerusuhan di sekitar tempat kejadian perkara itu.

"Di Karawang, yang namanya bentrokan kelompok masyarakat biasanya terkait dengan rebutan limbah ekonomis. Itu sudah jadi rencana aksi Pemkab Karawang dalam penanganan konflik," kata Kepala Kesbangpol setempat Sujana Ruswana, di Karawang, Kamis (25/11/2021).(*)

 



Sumber Berita: CNN Indonesia/Antara
KOMENTAR

End of content

No more pages to load