Guru Yang Pukuli Murid Hingga Tewas Dipecat dan Ditahan

Rabu , 27 Oktober 2021 | 04:10
Guru Yang Pukuli Murid Hingga Tewas Dipecat dan Ditahan
Sumber Foto Kompas TV
Ilustrasi grafis

JAKARTA--Guru SMP Negeri Padang Panjang, Alor, NTT, berinisial SK dipecat karena diduga menganiaya muridnya berinisial MM (13) hingga tewas. 

"Sudah, sudah dilakukan pemecatan, tadi pagi jam sembilan sudah kita keluarkan surat pemberhentian terhadap guru (SK) yang bersangkutan dalam status sebagai tenaga pendidik non-PNS di UPT SMP Negeri Padang Panjang," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Alberth Ouwpolly,  saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (26/10).

Seorang siswa SD Padang Panjang, Alor Timur, dikabarkan meninggal karena dianiaya oleh gurunya berinisial SK (40) di sekolah. Korban meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah Kalabahi, Selasa (26/10).

Kapolres Alor, AKBP Agustinus Christmas mengatakan peristiwa dugaan penganiayaan MM terjadi pada Sabtu 16 Oktober lalu. Saat itu korban diduga dianiaya oleh SK di dalam ruang kelas.

MM diduga dianiaya karena tidak mengerjakan tugas sekolah yang diberikan oleh SK. "Korban tidak mengerjakan tugas sekolah yang diberikan oleh SK. Tersangka SK kemudian emosi dan memukul korban MM", kata Agustinus kepada CNNIndonesia.com.

Agustinus menyebut sang guru diduga berulangkali memukul kepala korban, hingga menendang korban. Guru tersebut kemudian memukul betis korban dengan belahan bambu hingga memar.

Menurutnya, korban yang kesakitan kemudian melaporkan tindakan penganiayaan tersebut kepada keluarganya. Korban lalu dibawa ke RSUD Kalabahi untuk mendapat perawatan. "Namun setelah mendapat perawatan korban akhirnya meninggal dunia," ujarnya.

Agustinus menyatakan pihaknya telah menangkap SK di rumahnya pada Senin (25/10) malam. SK sedang menjalani pemeriksaan oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Alor.

"SK sudah ditetapkan tersangka dan saat ini sudah kami (penyidik) lakukan penahanan," katanya.



Sumber Berita: CNN Indonesia
KOMENTAR

End of content

No more pages to load