Selepas Dari KPK Yudi Jadi Inflencer Anti Korupsi

Senin , 18 Oktober 2021 | 19:25
Selepas Dari KPK Yudi Jadi Inflencer Anti Korupsi
Sumber Foto MapayBandung.com
Mantan Ketua Wadah Pekerja KPK Yudi Purnomo

JAKARTA--Mantan Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap tak hendak jauh dari urusan pemberantasan korupsi, meski ia sudah diberhentikan dari istitusi anti rasuah itu. Ia kini tetap sibuk dengan berbagai aktivitas berkaitan dengan pemberantasan korupsi; antara lain menjadi pembicara dan penyadara masyarakat megeai bahaya korupsi.

“Sepertinya saat ini jadi influencer antikorupsi jadi jalan hidup saya setelah nggak jadi penyidik KPK,” kata Yudi dalam cuitan pada akun media sosial Twitter pribadinya, Senin (18/10).

Menurut dia, pengalamannya sebagai penyidik dapat dibagikan kepada masyarakat, dengan menjadi influencer. Dia berharap pengalamannya itu dapat menjadi manfaat bagi masyarkat luas. Jalan yang diambil Yudi ini mirip dengan Eks Penyidik KPK Novel Baswedan. Novel saat ini tengah fokus menjadi YouTuber, pasca-dipecat oleh Firli.

"Sumbangsih apa bagi negeri yang bisa saya berikan untuk negeri sebagai influencer? Pengalaman sebagai pegawai, Penyidik & Ketua WP KPK, ilmu yang saya punya mulai dari hukum Tindak Pidana korupsi, investigasi, intelijen hingga penanaman nilai-nilai integritas & keberanian," papar Yudi.

Yudi bersama 56 pegawai KPK lainnya dihentikan dengan hormat pada 30 September 2021 lalu. Mereka disingkirkan dari KPK dengan dalih tidak memenuhi asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK), yang menjadi syarat alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut dia, pengalamannya sebagai penyidik dapat dibagikan kepada masyarakat, dengan menjadi influencer. Dia berharap pengalamannya itu dapat menjadi manfaat bagi masyarkat luas. Jalan yang diambil Yudi ini mirip dengan Eks Penyidik KPK Novel Baswedan. Novel saat ini tengah fokus menjadi YouTuber, pasca-dipecat oleh Firli.

Para mantan pegawai KPK sudah memilih jalan hidupnya masing-masing setelah tidak lagi bertugas di lembaga antirasuah. Lantas, Yudi pun kini mengaku banyak menjadi pembicara di media massa, Instagram, hingga kanal Youtube untuk membicarakan isu-isu antikorupsi.

“Untuk sarananya, salah satu konsep saya ngisi podcast, Instagram atau chanel Youtube milik orang/media massa serta mengisi acara webinar, seminar/pelatihan agar semakin banyak orang terlibat aktif untuk mau menyuarakan antikorupsi dan mempengaruhi lingkungannya untuk tidak korup,” harap Yudi.

Ia memberikan contoh, Youtuber dan Gamer bisa menampilkan nilai-nilai antikorupsi ketika membahas tentang game online. Seperti nilai kejujuran untuk tidak berlaku curang ketika bermain, atau nilai-nilai lainnya berupa disiplin waktu dan tanggung jawab belajar serta sekolah demi masa depan.

“Youtuber atau selebgram, sebagai tanggung jawab moral bagi negeri, bisa kok mereka dalam pembuatan konten mengajarkan nilai antikorupsi misal, tentang kejujuran, keadilan atau adanya himbauan jangan korupsi pada pejabat karena bisa berdampak pada kesengsaraan rakyat,” ungkap Yudi.

Oleh karena itu, Yudi mengakui kini merupakan saatnya untuk mengaplikasikan langsung kepada masyarakat terkait pengalamannya dalam menggaungkan nilai-nilai antikorupsi. Dia pun berencana ingin membuat komunitas antikorupsi.

Semasa masih menjai Ketua Wadah Pekerja (WP) KPK, namanya sering dikutip media. Ia cukup terbuka berbicara dalam membela para pegawai KPK, seperti dalam kaus penyerangan terhadap Novel Baswedan pada 2017 lalu. Ia juga banyak dikutip media terkait pengedahan revisi UU KPK dan penolakan teradap calon pimpinan KPK bermasalah.

Kini Yudi memilih menjadi influencer anti korupsi. Biang tersebut memungkinkannya tampil memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai masalah korupsi dan bahayanya. Yud memang berbakat sebagai juru penerang karena sebelum masuk KPK pun ia bekeja sebagai guru bimbingan belajar (bimbel). Jebolan Ilmu Sejarah Universitas Indonesia (UI) ini spesialis mengajar sejarah bagi anak-anak.

Yudi bergabung ke lembaga antirasuah usai tiga tahun menyelesaikan masa studinya di UI. Ia masuk ke KPK lewat program Indonesia Memanggil Angkatan II pada 2007. Kali pertama masuk KPK, Yudi ditempatkan di bagian pencegahan.

Sejak 2013  ia ditetapkan sebagai penyidik. Pada 2018, pria yang juga lulusan Ilmu Hukum di Universitas Suryadharma, Jakarta itu terpilih menjadi Ketua WP KPK menggantikan Novel Baswedan.

 



Sumber Berita: Berbagai sumber
KOMENTAR

End of content

No more pages to load