Ipda Yusmin-Briptu Fikri Jalani Sidang Perdana Kasus Km 50

Senin , 18 Oktober 2021 | 08:36
Ipda Yusmin-Briptu Fikri Jalani Sidang Perdana Kasus Km 50
Sumber Foto dok/Antara/Muhamad Ibnu Chazar
Rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020) dini hari.

JAKARTA - Sidang perdana dua anggota kepolisian Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan terkait kasus penembakan empat anggota Laskar FPI di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek digelar Senin (18/10/2021) ini. Sidang perdana beragenda pembacaan dakwaan.

"Sidang perdana pukul 10.30 WIB," kata Humas PN Jakarta Selatan, Haruno kepada wartawan, Senin (18/10/2021).

Majelis hakim dalam sidang ini diketuai oleh M Arif Nuryanta. Sementara, hakim anggotanya adalah Suharno dan Elfian.

Perkara ini terdaftar dengan nomor 868/pid.B/2021/PN.Jkt.Sel atas nama terdakwa M Yusmin Ohorella dan perkara Nomor 867/pid.B/2021/PN.Jkt.Sel atas nama terdakwa Fikri Ramadhan.

Keduanya bakal didakwa pasal Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Pasal 338 KUHP itu mengatur hukuman bagi pelaku tindak pidana pembunuhan dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun. Pasal 55 ayat (1) mengatur mengenai orang yang turut serta melakukan perbuatan pidana.

Keduanya juga didakwa dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Pasal 351 ayat (1) mengatur soal penganiayaan dengan ancaman maksimal dua tahun delapan bulan penjara.

Berkas keduanya dilimpahkan ke PN Jaksel sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor: 187/KMA/SK/IX/2021 tanggal 16 September 2021.

"Tim penuntut umum pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung dan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan telah melimpahkan 2 berkas perkara (splitsing) dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Pembunuhan di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," kata Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangan tertulis, Selasa (5/10/2021).

Diketahui, dua tersangka itu merupakan anggota Polda Metro Jaya. Ada satu oknum polisi lainnya yang dijadikan tersangka bernama Elwira Priyadi Zendrato. Namun penyidikan terhadap Elwira sudah dihentikan lantaran yang bersangkutan meninggal dunia pada Januari 2021.(*)

 



Sumber Berita: Detik.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load