CEO Jouska Aakar Abyasa Diduga Tipu Konsumen Rp 6 Miliar

Kamis , 14 Oktober 2021 | 10:55
CEO Jouska Aakar Abyasa Diduga Tipu Konsumen Rp 6 Miliar
Sumber Foto dok/ist
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan.

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menetapkan CEO PT Jouska Finansial Indonesia, Aakar Abyasa Fidzuno, sebagai tersangka dugaan penipuan hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU). Korban diduga mengalami kerugian hingga Rp 6 miliar.

"Kerugiannya Rp 6 miliar," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, saat dimintai konfirmasi, Kamis (14/10/2021).

Dia mengatakan Aakar Abyasa dilaporkan oleh empat pihak. Empat laporan itu kemudian menjadi dasar Bareskrim Polri melakukan penyelidikan dugaan TPPU oleh CEO Jouska Aakar Abyasa.

"Terkait dengan kasus TPPU yang dilakukan CEO Jouska, dalam kasus tersebut, ada beberapa pelapor memenuhi unsur tindak pidananya. Didapat empat pelapor, tapi yang sudah memenuhi permulaan yang cukup untuk ditindaklanjuti dari penyelidikan sampai penyelidikan ada empat pelapor," ia menjelaskan.

Penetapan tersangka Aakar Abyasa dilakukan usai penyidik melakukan gelar perkara pada 7 September 2021. Tidak hanya Aakar Abyasa, polisi juga menetapkan Tias Nugraha Putra sebagai tersangka.

Ramadhan menyebut polisi akan melengkapi berkas perkara. Pihaknya segera melakukan pelimpahan ke Kejaksaan."Setelah dilakukan pendalaman, akan dilakukan pemberkasan dan segera penyerahan tahap 1," ucapnya seperti dilansir Detik.com.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah memeriksa tersangka dugaan penipuan, penggelapan, hingga TPPU CEO PT Jouska Finansial Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno. Selain Aakar Abyasa, Bareskrim juga memeriksa tersangka lain dalam kasus tersebut, yakni Tias Nugraha Putra.

Keduanya belum ditahan oleh kepolisian. Ramadhan menyebut kasus tersebut masih dalam proses penyidikan."Nanti kita lihat kita tunggu apakah akan langsung ditahan dari penyidik. Masih dalam penyidikan," ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan, Bareskrim akan menelusuri aset dan kekayaan kedua tersangka."(Menelusuri) terkait dengan apakah ada harta lain yang dimiliki. Proses ini masih berjalan," ia menambahkan.(*)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load