Ali Kalora Tewas, Polisi Sita Senpi M16 hingga Bom

Minggu , 19 September 2021 | 14:40
Ali Kalora Tewas, Polisi Sita Senpi M16 hingga Bom
Sumber Foto Antara/Mohamad Hamzah
Polisi memperlihatkan sejumlah barang bukti hasil kontak tembak antara Satgas Madago Raya dengan kelompok teroris MIT Poso, di Mapolres Parigi Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (19/9/2021).

PARIGI - Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya turut menyita barang bukti berupa senjata api hingga bom usai baku tembak yang berakhir dengan tewasnya pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), Ali Ahmad alias Ali Kalora.

Kontak tembak terjadi di Desa Astina Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong pada Sabtu (18/9/2021) pukul 18.00 Wita.

"Mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata api laras panjang jenis M16 diduga milik Ali Kalora, dua buah ransel, satu buah bom tarik, satu buah bom bakar dan lain-lain," kata Kapolda Sulteng Irjen Rudy Sufahriadi kepada wartawan, Minggu (19/9/2021).

Ia menyebutkan, keberhasilan melumpuhkan Ali Kalora ini bermula dari informasi intelijen tentang keberadaan DPO teroris Poso tersebut."Diawali oleh intelijen kita mendapat informasi bahwa keberadaan DPO yang terpisah dari kelompoknya," ujarnya.

Dari informasi itu, kata Rudy, tim pun langsung dikerahkan menuju ke lokasi untuk melakukan penangkapan. Sempat terjadi baku tembak, hingga Ali Kalora dan Ikrima alias Jaka Ramadhan alias Rama tewas dalam peristiwa tersebut.

Di sisi lain, saat ini masih tersisa empat DPO teroris lainnya. Yakni Askar Alias Jaid Alias Pak Guru, Nae Alias Galuh Alias Muklas, Suhardin Alias Hasan Pranata dan Ahmad Gazali Alias Ahmad Panjang."Diharapkan kepada sisa DPO teroris Poso untuk segera menyerahkan diri sebelum dilakukan tindakan tegas terukur apabila bertemu di lapangan," Rudy menambahkan.(*)

 



Sumber Berita: CNN Indonesia/Antara
KOMENTAR

End of content

No more pages to load