Pasca Penangkapan Teroris, Polisi Perketat Pengamanan di Kudus

Sabtu , 11 September 2021 | 14:31
Pasca Penangkapan Teroris, Polisi Perketat Pengamanan di Kudus
Sumber Foto dok/Detik.com/Dian Utoro Aji
Kapolres Kudus Ajun Komisaris Besar Aditya Surya Dharma.

KUDUS - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) berinisial T alis AR yang merupakan orang Kudus, Jawa Tengah. Polisi pun akan melakukan pengetatan pengamanan di wilayah Kudus.

"Antisipasi kita tebar seluruh anggota ke penjuru Kudus kita monitor dengan anggota, masyarakat tidak usah panik kita juga pengamanan tempat yang strategis yang ada di Kudus," kata Kapolres Kudus Ajun Komisaris Besar Aditya Surya Dharma kepada wartawan ditemui di Desa Getasrabi Kecamatan Gebog, Sabtu (11/9/2021).

Aditya membenarkan jika AR yang diamankan di Bekasi pada Jumat (10/9/2021) merupakan warga Kudus. Dia mengaku menunggu koordinasi dengan Densus 88 jika diperlukan untuk membantu pemeriksaan di Kudus.

"Ya benar (AR) orang Kudus. Kita koordinasi dengan Densus 88 apakah nanti ada penggeledahan di rumahnya atau bagaimana. Kita tetap berkoordinasi," ia mengungkapkan.

Aditya mengatakan pihaknya turut memantau keluarga yang bersangkutan yang ada di Kudus. "Memantau dari beliau dan keluarganya," dia melanjutkan seperti dikutip Detik.com.

Dia mengatakan, sejauh ini selalu memantau aktivitas mantan teroris yang ada di Kudus. Aditya mengatakan pihaknya juga melakukan pendekatan para mantan teroris itu dengan harapan bisa kembali mencintai dan meningkatkan rasa nasionalisme.

"Kita juga lakukan pemantauan penggalangan komunikasi dengan harapan beliaunya bisa kembali ke merah putih. Disradikalisasi tetap kita laksanakan," Aditya menjelaskan.

Sebelumnya, AR ditangkap Densus 88 di Babelan, Bekasi Jumat (10/9/2021) sore. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyebut AR merupakan penasihat di masa kepemimpinan JI era Parawijayanto."Keterlibatan (AR) Dewan Syuro Jamaah Islamiyah masa amir Parawijayanto," katanya, Jumat (10/9/2021).

Dijelaskan juga AR sudah pernah ditangkap Densus 88 pada tahun 2004 silam. Kala itu AR ditangkap karena menyembunyikan tersangka bom natal tahun 2000, yakni Ali Gufron alias Muklas. Berdasarkan data yang dipublikasikan PPATK, AR pernah dinyatakan bersalah terlibat dalam kasus terorisme. AR dihukum penjara selama 3,5 tahun kala itu.(*)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load