MAKI Tantang MKD DPR Periksa Azis Syamsuddin

Senin , 06 September 2021 | 15:40
MAKI Tantang MKD DPR Periksa Azis Syamsuddin
Sumber Foto dok/ist
Koordinator MAKI Boyamin Saiman.

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin tidak kunjung dipanggil Mahkamah Kehormatan Dewan atau MKD DPR, padahal terlilit perkara KPK. Keberadaan MKD DPR pun dipertanyakan karena tidak memproses aduan terhadap Azis Syamsuddin.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, menyebut Azis Syamsuddin pernah diadukan ke MKD DPR. Azis diadukan terkait perkara suap penyidik KPK Ajun Komisaris Robin Pattuju.

"Azis Syamsudin pernah diadukan ke MKD terkait dengan Robin Pattuju, termasuk dalam konteks yang tidak sekadar konteks yang dalam dakwaan yang dibacakan kemarin. Kalau di dakwaan itu kan dinyatakan sebagai penyuap," kata Boyamin kepada wartawan, Senin (6/9/2021).

Azis Syamsuddin, kata Boyamin, diadukan ke MKD DPR karena persoalan etik. Azis dinilai mengintervensi hukum."Nah sementara aduannya itu berkaitan etik itu di luar itu banyak, misalnya memperkenalkan penyidik KPK dengan orang yang dilaporkan, itu kan artinya dalam taraf tertentu diduga melakukan intervensi hukum," ujarnya.

"Dalam kode etik DPR itu dinyatakan tidak boleh mempengaruhi hukum. Jadi ini kan kategorinya pelanggaran etik yang tidak harus menunggu proses hukum selesai," imbuhnya.

Selain itu, Azis Syamsuddin diduga meminjamkan uang kepada pegawai KPK yang tidak dilaporkan sebagai gratifikasi. Boyamin berharap MKD DPR dapat becermin dengan persoalan etik Pinangki Mirna Malasari di Kejagung.

"Mestinya MKD itu belajar dengan Kejaksaan Agung di mana dalam kasus Pinangki, dia tetap diproses kode etik meskipun proses hukumnya bahkan masih mau berjalan, tapi tetap diproses dan diberhentikan dari jabatannya," ucapnya.

Boyamin berharap MKD DPR tak memberikan harapan palsu kepada pengadu yang mempersoalkan etika Azis Syamsuddin. Setidaknya, MKD DPR dapat berani memanggil Azis.

"Saya mendesak MKD DPR untuk segera melakukan kegiatan itu supaya bahwa MKD DPR itu ada, keberadaannya ada, eksistensinya ada dalam bentuk melakukan kegiatan melakukan pemeriksaan, paling tidak memeriksa saja dulu deh, meminta keterangan dari Azis, soal nanti keputusan monggo," imbuhnya.

KPK sebelumnya mencegah Azis Syamsuddin ke luar negeri demi melancarkan penyidikan berkaitan dengan dugaan aliran dana Rp 3 miliar ke Stepanus Robin Pattuju sewaktu aktif sebagai penyidik KPK yang diperbantukan dari Polri. Partai Golkar menyebut akan tetap mengedepankan asa praduga tak bersalah terkait kasus Azis Syamsuddin ini.

"Pada prinsipnya terkait masalah itu mari kita menghargai semua proses hukum yang sudah berjalan dengan baik di KPK," kata Ketua Bakumham DPP Golkar Supriansa saat dihubungi, Senin (6/9/2021).(*)



Sumber Berita: Detik.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load