ICW Minta Hakim Vonis Eks Mensos Juliari Penjara Seumur Hidup

Kamis , 29 Juli 2021 | 12:18
ICW Minta Hakim Vonis Eks Mensos Juliari Penjara Seumur Hidup
Sumber Foto Antara/Fakhri Hermansyah
Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai tuntutan jaksa penuntut umum KPK terhadap mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara dengan pidana 11 tahun penjara terlalu ringan. ICW pun meminta majelis hakim menjatuhkan vonis penjara seumur hidup untuk Juliari.

Peneliti Divisi Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi ICW, Almas Sjafrina mengatakan Juliari semestinya dituntut penjara seumur hidup atau 20 tahun sebagaimana ancaman maksimal Pasal 12 UU Tipikor yang digunakan jaksa.

"Tuntutan KPK ini terkesan ganjil dan mencurigakan. Sebab, Pasal yang menjadi alas tuntutan, yaitu Pasal 12 huruf b UU Tipikor, sebenarnya mengakomodasi penjatuhan hukuman hingga penjara seumur hidup dan denda Rp1 miliar," kata Almas dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (29/7/2021).

"Tuntutan yang rendah ini kontradiktif dengan semangat pemberantasan korupsi. Padahal, pimpinan KPK telah sesumbar menyatakan akan menghukum berat koruptor bansos Covid-19," ujarnya.

Dia meminta majelis hakim yang mengadili perkara menyampingkan tuntutan jaksa dengan mengambil keputusan yang progresif. Menurutnya, hukuman maksimal kepada politikus PDIP itu sangat layak mengingat banyak hak masyarakat yang direnggut dari korupsi bansos di tengah pandemi Covid-19.

Almas mengatakan hukuman maksimal kepada Juliari dalam kasus ini diharapkan dapat memberikan efek jera, setidaknya agar peristiwa serupa tak terulang lagi."Hakim harus mengambil langkah progresif dengan menjatuhkan hukuman maksimal yaitu pidana penjara seumur hidup kepada mantan Menteri Sosial tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Juliari dituntut dengan pidana 11 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. Selain itu, ia juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp14,5 miliar hingga pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama empat tahun.

Juliari dinilai jaksa telah terbukti menerima uang sebesar Rp32,4 miliar dari para rekanan penyedia bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Kementerian Sosial.(*)



Sumber Berita: CNN Indonesia
KOMENTAR

End of content

No more pages to load