Wartawan Online di Surabaya Jadi Korban Begal

Rabu , 12 Mei 2021 | 13:35
Wartawan Online di Surabaya Jadi Korban Begal
Sumber Foto Detik.com/Deny Prastyo Utomo
Suki wartawan online di Surabaya memperlihatkan luka-lukanya.

SURABAYA - Seorang wartawan online di Surabaya, Jawa Barat hampir menjadi korban begal. Meski sempat babak belur dihajar, namun motor korban masih selamat. Korban adalah Suki (32), warga Bogor yang kos di Jalan Mangkunegoro, Wonokromo.

"Rabu dini hari sekitar pukul 02.15 WIB saya keluar hendak cari sahur. Saya keluar kos naik motor," kata Suki kepada detik.com, Rabu (12/5/2021).

Ia mengatakan, saat berada di traffic light Jalan Diponegoro (dekat SPBU), ada dua orang berboncengan mendekatinya. Tiba-tiba saja mereka menuduh penulis di detikcom itu telah menabrak mereka."Mereka menuduhkan sesuatu yang tidak saya lakukan. Sebelum lampu hijau menyala, mereka sempat mengemplang helm saya," katanya.

Suki pun spontan tancap gas setelah lampu hijau menyala. Dia berharap dua orang itu tak mengejarnya. Namun Suki tetap melihat mereka terus di belakang lewat spion. Ia yang menerobos traffic light berikutnya demi lepas dari kejaran mereka bahkan nyaris bertabrakan dengan kendaraan lain.

"Sampai pada satu titik saya memutuskan untuk mencari pertolongan. Saya masuk ke halaman Bank NISP di Jalan Ciliwung agar berharap mendapat pertolongan. Karena saya melihat ada seorang sekuriti yang tengah berjaga di halaman bank tersebut," ia melanjutkan.

Namun setelah memarkirkan motornya, tanpa basa-basi dua orang tersebut mengeroyok Suki. Mereka menghajar dan menendang sambil memaksanya mengakui apa yang tidak pernah Suki lakukan."Beberapa saat kemudian mereka merasa puas sudah membuat saya babak belur. Namun mereka tetap menuduh saya telah menabrak mereka. Sehingga mereka memaksa saya membayar ganti rugi Rp 200 ribu," cerita Suki.

Namun waktu itu, kata dia, uang cash di dompetnya tinggal Rp 100 ribu. Tanpa berpikir panjang dia langsung menyerahkan uang tersebut dengan harapan mereka segera meninggalkannya

"Dalam pengeroyokan itu, sepintas saya melihat 2 motor. Motor yang pertama berboncengan dua. Motor yang satu lagi seorang diri. Namun menurut sekuriti bank, ada 4 orang yang mengeroyok saya. Salah satu motor berboncengan tiga. Karena itu sekuriti tidak berani melerai atau memberikan pertolongan saat saya dikeroyok," tandas Suki.

Sekuriti saat itu berteriak mencari pertolongan yang membuat pelaku meninggalkan Suki. Motor Suki masih selamat tak dibawa oleh pelaku.(*)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load