Penampakan Rumah Pegawai Dinsos yang Dibakar Teroris KKB

Sabtu , 08 Mei 2021 | 14:19
Penampakan Rumah Pegawai Dinsos yang Dibakar Teroris KKB
Sumber Foto dok/ Humas Satgas Nemangkawi
Kondisi rumah pegawai Dinsos Kabupaten Puncak yang dibakar teroris KKB.

JAKARTA - Rumah milik pegawai Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Puncak, Papua, Yorin Tabuni dibakar. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena rumah dalam kondisi kosong saat kejadian.

Siang ini, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah yang terletak di Kampung Kimak, Distrik Ilaga ini. Polisi mengatakan olah TKP bertujuan untuk mengumpulkan bukti, petunjuk dan keterangan saksi.

"Olah TKP pembakaran rumah oleh kelompok teroris KKB untuk mencari dan mengumpulkan keterangan, petunjuk, barang bukti, identitas tersangka, dan saksi atau korban untuk kepentingan penyelidikan selanjutnya," kata Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes Iqbal Al Qudussy kepada wartawan, Sabtu (8/5/2021).

Dia menjelaskan, olah TKP dihadiri Kapolres Kabupaten Puncak, Dandim 1705/ Ilaga Puncak, personel Koramil, Brimob, Satuan Reserse Kriminal Polres Puncak serta Satgas Gakkum Operasi Nemangkawi.

"Barang bukti yang berhasil didapat antara lain satu unit motor KLX yang terbakar hangus, puing-puing kayu yang terbakar. puing atap rumah yang terbakar dan satu buah kunci rumah yang terbakar," ia mengatakan.

Sebelumnya, teroris KKB diberitakan kembali meneror Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. KKB membakar rumah warga di Kampung Kimak.

Peristiwa pembakaran rumah warga terjadi Jumat (7/5/2021) malam pukul 19.01 WIT. Terdengar pula dua kali suara tembakan. KKB yang berulah diduga adalah kelompok pimpinan Parengen, anak buah Lerri Mayu."Benar terdengar suara tembakan sebanyak dua kali, setelah suara tembakan ada pembakaran rumah," Kata Iqbal dalam keterangan tertulis seperti dikutip detik.com.

Aksi pembakaran rumah terekam oleh drone. Hasil pengecekan yang dilakukan polisi, KKB membakar rumah milik Yorin Tabuni (OAP), yang merupakan pegawai Dinsos Kabupaten Puncak.(*)

 



Sumber Berita:
KOMENTAR

End of content

No more pages to load