Polda Jabar Gelar Penyidikan Setelah SPDP Kilang Balongan Terbit

Rabu , 21 April 2021 | 14:48
Polda Jabar Gelar Penyidikan Setelah SPDP Kilang Balongan Terbit
Sumber Foto Antara/Bagus Ahmad Rizaldi
Juru Bicara Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago.

BANDUNG - Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) langsung menggelar penyidikan, setelah Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait kasus kebakaran Kilang Pertamina Balongan di Kabupaten Indramayu terbit.

Juru Bicara Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago mengatakan penaikan status itu memang diperlukan untuk memudahkan penyidik mendapatkan bukti-bukti penyebab kebakaran besar tersebut.

"Jadi SPDP sudah diterbitkan dan sekarang sedang bekerja penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar beserta Mabes Polri," kata Erdi di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Rabu (21/4/2021).

Menurutnya, sejauh ini pihak kepolisian juga masih berupaya memotong sejumlah material dari tangki yang terbakar untuk dibawa guna diperiksa secara laboratorium.

Namun, ia belum menyebut pasti kapan proses penyidikan dan pemeriksaan laboratorum itu akan selesai. Sebab, menurutnya lagi, proses pemeriksaan itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Meski sebelumnya pihak kepolisian telah mengambil sejumlah sampel barang bukti untuk diperiksa, menurutnya, masih diperlukan juga beberapa pengambilan sampel lainnya.

Dia menyatakan, semua barang bukti yang dikumpulkan harus saling terkait satu sama lain. Pihak penyidik pun, perlu menentukan titik api untuk memastikan penyebab kebocoran."Nanti ketika memang ada informasi terkait hasil laboratorium forensik tersebut, nanti akan kami sampaikan," katanya.

Sejauh ini, menurutnya, pihak kepolisian sudah memeriksa sebanyak 52 orang saksi, mulai dari petugas kilang minyak, pihak manajemen, dan sejumlah pimpinannya."Nanti kalau memang dibutuhkan keterangan tambahan, ya mungkin bisa saja akan bertambah," kata Erdi.

Sebelumnya, Mabes Polri menyatakan kasus kebakaran Kilang Pertamina Balongan itu telah dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Polri menyatakan peningkatan status itu dilakukan berdasarkan kesimpulan gelar perkara bahwa telah ditemukan adanya tindak pidana dalam peristiwa kebakaran besar itu.(*)



Sumber Berita: Antara
KOMENTAR

End of content

No more pages to load