KSAD Dalami Kasus Pengeroyokan Anggota Kopassus

Selasa , 20 April 2021 | 20:57
KSAD Dalami Kasus Pengeroyokan Anggota Kopassus
Sumber Foto Merdeka.com
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa

JAKARTA--Empat jenderal TNI Angkatan Darat (AD) turun tangan langsung dalam mengawal kasus dugaan pengeroyokan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Jakarta Selatan, Minggu (18/4).

Kepala Staf Angktan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika mengatakan, empat jenderal itu terdiri dari jenderal bintang satu hingga bintang tiga dengan diberi tugas mencari kejelasan terhadap peristiwa tersebut.

"Intinya, proses dikawal mulai dari Komandan Pusat Polisi Militer (AD), Asisten Intelijen KSAD, Dirkumad, kemudian yang di bawah ditangani langsung oleh Pangdam Jaya. Kita akan cari sejelas-jelasnya apa yang terjadi," kata Andika Perkasa di Markas Pomdam Jaya Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Secara internal TNI AD, kata dia, masih mendalami keberadaan prajurit Kopassus tersebut di lokasi dan waktu kejadian. “Dilihat dari waktunya, waktu prajurit tersebut ditemukan terluka bukanlah waktu yang normal bagi seorang prajurit berada di lokasi tersebut,” katanya, seperti dikutip rri.co.id.

Untuk itu, kata dia, kegiatan apa pun yang dilakukan oleh prajurit tersebut harus dihentikan. "Oleh karena itu ini harus dihentikan. Tidak boleh ini dilakukan karena memang tidak ada hubungannya dengan tugas pokok kami," kata Andika.

Seperti diberitakan rri.co.id sebelumnya, seorang anggota TNI dikeroyok sejumlah orang di Jalan Falatehan, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebuah rekaman CCTV juga memperlihatkan aksi pengeroyokan tersebut, dan video langsung viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut terlihat sekelompok pria mengeroyok seseorang hingga terkapar. Bahkan, setelah korban terjatuh tidak berdaya, para pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi berdasarkan video rekaman itu.

Dalam kasus ini dikabarkan seorang anggota Brimob Polri meninggal duia karena kehabisan darah.



Sumber Berita: rri.co.id
KOMENTAR

End of content

No more pages to load