Hari Ini Pinangki Hadapi Sidang Vonis

Senin , 08 Februari 2021 | 06:25
Hari Ini Pinangki Hadapi Sidang Vonis
Sumber Foto dok/Detik.com
Terdakwa Pinangki Sirna Malasari.

JAKARTA - Pinangki Sirna Malasari dijadwalkan Senin (8/2/2021) ini menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Pinangki Sirna Malasari akan divonis terkait kasus upaya pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) Djoko Tjandra saat menjadi buron kasus hak tagih (cessie) Bank Bali.

Majelis hakim diketahui mengagendakan sidang pembacaan vonis pada pukul 10.00 WIB. Hakim juga memerintahkan Pinangki agar menghadiri sidang langsung.

"Sidang perkara ini ditetapkan akan ditunda sampai dengan Senin, 8 Februari 2021, JPU (jaksa penuntut umum) kembali menghadapkan terdakwa dalam sidang tersebut dengan agenda putusan, diagendakan pagi ya," kata hakim ketua Ignasius Eko Purwanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2021).

Dalam pleidoinya, Pinangki memohon agar hakim meringankan vonisnya. Pinangki mengaku menyesal telah terlibat kasus dengan Djoko Tjandra."Mohon izin Yang Mulia, ini kesempatan terakhir saya menyampaikan, besar atau kecil kesalahan saya nanti, saya tetap merasa bersalah Yang Mulia, dan merasa tidak pantas melakukan semua ini Yang Mulia," kata Pinangki sambil menangis dalam sidang.

"Dan saya hanya mohon belas kasihan dan keringanan Yang Mulia, terima kasih," lanjut Pinangki seperti dilansir detik.com.

Dalam kasus ini, Pinangki dituntut jaksa dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Pinangki disebut jaksa terbukti menguasai suap USD 450 ribu dari Djoko Tjandra untuk mengurus fatwa MA.

Jaksa juga meyakini Pinangki terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pinangki disebut jaksa menyamarkan asal-usul uang USD 450 ribu yang dikuasainya dari Djoko Tjandra dengan menukarkan uang, mentransfer, dan membelanjakan.

Selain itu, Pinangki disebut jaksa terbukti melakukan permufakatan jahat bersama Andi Irfan Jaya dan Djoko Tjandra terkait upaya pengurusan fatwa MA. Pinangki, Andi Irfan, dan Djoko Tjandra bermufakat jahat untuk menyuap sejumlah pejabat di Kejagung dan MA.(*)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load