MUI Minta Pemerintah Usut Pembantaian di Sigi

Minggu , 29 November 2020 | 13:57
MUI Minta Pemerintah Usut Pembantaian di Sigi
Sumber Foto dok/ist
Prosesi pemakaman korban penyerangan di Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/11/2020).

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta agar pemerintah dan aparat keamanan segera menyeret pelaku pembantaian di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) ke pengadilan.

"Jika peristiwa ini merupakan reaksi maka MUI meminta pemerintah agar juga menindak dan menyeret ke pengadilan orang-orang yang telah menyebabkan terjadinya peristiwa tersebut," kata Anwar kepada cnnindonesia.com, Minggu (29/11/2020).

Anwar turut mengimbau kepada pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut sampai tuntas ke akar-akarnya. Ia juga meminta kepada penegak hukum untuk mengidentifikasi dan menyimpulkan apakah tindakan pembantaian yang dilakukan oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tersebut merupakan aksi atau reaksi.

"Bila kategori aksi maka peristiwa ini memang muncul dari keinginan yang bersangkutan. Kalau ini merupakan reaksi, maka pemerintah harus mencari tahu tentang faktor-faktor apa yang telah membuat mereka melakukan tindakan kekerasan tersebut," katanya.

MUI juga berharap pemerintah bisa mengidentifikasi perihal situasi ketidakadilan yang mungkin diterima oleh para pelaku selama ini. Hal itu bertujuan menyingkap adanya faktor ketidakadilan yang mungkin dilakukan oleh pemerintah sehingga pelaku nekat melakukan teror

Melihat itu, ia berpesan agar pemerintah memberikan kebijakan yang berkeadilan agar di daerah dan Indonesia kembali aman dari gangguan teror."Mengimbau semua pihak untuk tidak terprovokasi oleh oknum-oknum yang sengaja ingin mengadu domba dan menimbulkan kekacauan dan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat," kata Anwar.

Sebanyak empat orang warga Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah tewas usai dibunuh oleh kelompok teroris jaringan MIT pimpinan Ali Kalora.

Insiden itu terjadi pada Jumat (27/11/2020) pagi. Polisi menyatakan tindakan tersebut bertujuan untuk menyebarkan teror di masyarakat. Tidak hanya menimbulkan korban jiwa, sebanyak tujuh rumah dibakar. Salah satu rumah kerap dijadikan tempat ibadah umat Nasrani di daerah tersebut.(*)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load