Polri Tunda Ekspose Kasus Kerumunan Acara Rizieq

Senin , 23 November 2020 | 17:10
Polri Tunda Ekspose Kasus Kerumunan Acara Rizieq
Sumber Foto dok/ist
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono.

JAKARTA - Polri batal melakukan ekspose atau gelar perkara dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) peringatan Maulid Nabi dan pernikahan anak Habib Rizieq Shihab (HRS) hari ini. Ditundanya gelar perkara itu karena masih ada beberapa hal yang perlu digali oleh penyidik.

"Untuk saat ini, terkait gelar perkara memang belum dilaksanakan, baik itu di PMJ maupun di Polda Jabar, karena memang ternyata dalam proses penyelidikan ini ada perlu hal-hal yang mesti digali," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (23/11/2020).

Ia menuturkan, hingga hari ini, tim penyidik Polda Metro Jaya akan memanggil dua orang lagi untuk dimintai klarifikasi dugaan pelanggaran protokol kesehatan acara HRS. Sementara itu, tim penyidik Polda Jawa Barat (Jabar) masih perlu memanggil 3 orang.

"Dan hari ini masih menjadwalkan dua orang di Polda Metro yang dipanggil termasuk Wagub, kemudian untuk Polda Jabar, minggu lalu pada 20 November 8 orang yang hadir, masih ada 4 orang yang nggak hadir. Salah satunya Bupati Bogor yang terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga penyidik menjadwalkan ulang untuk mengundang 3 orang lainnya yang belum hadir besok rencananya. Sehingga kami masih berproses," tuturnya.

Awi mengatakan ada tidaknya unsur pidana akan ditentukan saat gelar perkara. Namun, dia tidak menyebut kapan gelar perkara akan dilaksanakan."Tentunya nanti apapun hasilnya, apa ditemukan peristiwa dugaan tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan tentunya semuanya akan ditentukan dalam gelar perkara," ujarnya.

Polisi sedianya akan mengekspose kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan di acara Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ekspose kasus rencananya dilakukan hari Senin (23/11/2020) ini.(*)

 



Sumber Berita: Detik.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load