Letto Kendalikan Jaringan Penjualan Sabu Dari Penjara

Senin , 26 Oktober 2020 | 08:29
Letto Kendalikan Jaringan Penjualan Sabu Dari Penjara
Sumber Foto Republika
Polisi menunjukkan sebagian anggota jaringan narkoba yang ditangkap

SURABAYA--Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengungkap kasus narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (narkoba) dengan menyita barang bukti sabu seberat 8.8 kilogram.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Memo Ardian menyatakan, kasus narkoba yang berhasil dibongkar merupakan jaringan bandar narkoba Jombang, Jawa Timur, yang dikendalikan Letto, terpidana mati di Lapas Lampung, Sumatera.

"Delapan orang pelaku ini kami bekuk di tempat yang berbeda-beda mulai bulan Agustus hingga Oktober," kata Ardian, Senin (26/10).

Para pelaku yang ditangkap telah ditetapkan tersangka, masing-masing berinisial G, usia 25 tahun, Y (31), PI (25), B (29), dan MI (38), kelimanya warga Kota Surabaya. Selain itu Z (32), warga Jombang, TH (52), warga Sidoarjo, dan S (38), warga Pasuruan, Jawa Timur.

Ardian mengatakan, hasil pengembangan dari tersangka lain, awalnya PI (25) dan B (29) diringkus saat mengambil ranjauan sabu. "Saat dilakukan penggeledahan di tempat kosnya, kami mendapati G, pacarnya P sedang mengkonsumsi narkoba. Dia juga berperan mencatat keluar masuk barang," terangnya.

Dari pengakuan ketiganya, petugas mendapati nama Yatiek (31) pedagang kelontong yang berdalih terhimpit masalah ekonomi hingga terjun ke bisnis narkoba.

"Saat melakukan penggeledahan di rumahnya di kawasan Manukan, kami mendapati barang bukti 1.5 kg sabu," tambahnya.

Saat menggali keterangan Yatiek, petugas sempat mengalami kesulitan karena tersangka lebih banyak bungkam dan mengaku tidak tahu. Namun keuletan anggota Sat Reskoba Polrestabes Surabaya berbuah saat didapat nama Zakaria, bandar yang berdomisili di Diwek, Jombang.

"Dari petunjuk tersebut, kami langsung bergerak dan mengamankan tersangka Z dan T. Saat penggeledahan, ditemukan barang bukti sabu 7.4 kilogram serta 17 ribu happy five," paparnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, AKBP Memo menjelaskan barang bukti sabu-sabu dan pil happy five dari para tersangka ini dipasok dari Jakarta dan Sumatra.

"Sistem pengirimannya bermacam-macam. Ada yang melalui jasa ekspedisi, dibawa sendiri, maupun diedarkan secara ranjau," pungkasnya.



Sumber Berita: rri.co.id
KOMENTAR

End of content

No more pages to load