TGPF Periksa 42 Saksi Terkait Penembakan di Papua

Sabtu , 17 Oktober 2020 | 16:29
TGPF Periksa 42 Saksi Terkait Penembakan di Papua
Sumber Foto dok/TNI
Sejumlah senjata dan amunisi yang disita aparat TNI dari kelompok kriminal bersenjata di Papua.

JAKARTA - Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penembakan di Intan Jaya Benny Mamoto mengatakan, pihaknya telah memeriksa 42 saksi terkait rentetan penembakan di wilayah Papua itu.

"Setelah kami tim semua berkumpul dan masing-masing melaporkan, tentang siapa saja yang diwawancara sudah ada 40 saksi, ditambah dari Pak Sugeng, yang perorangan 2," kata Benny Mamoto dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Sabtu (17/10/2020).

Mereka yang dimintai keterangan antara lain orang-orang yang menolong para korban penembakan."(40 saksi) Itu terdiri dari istri korban, keluarga, orang-orang yang di Hitadipa yang menolong dan membawa korban sampai pemakaman, itu semua sudah kami periksa," ujar Benny.

BENNYMAMOTO

Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya Papua Benny Mamoto. (Dok/Ist)

Selain itu, TGPF memintai keterangan dan memeriksa dari pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebanyak 11 orang.

"Anggota TNI sendiri ada lebih 16 yang kami periksa, wawancara. Kemudian kami di Sugapa perlu bertemu dengan penyidik, Dirkrimum dan juga beberapa saksi yang ada di Hitadipa, tapi saat itu dia tinggal di Sugapa," ia mengungkapkan.

Menurut dia, dari jumlah saksi yang diperiksa tersebut sudah dirasa maksimal untuk menuntaskan rentetan kasus penembakan yang terjadi akhir-akhir ini di Intan Jaya, Papua tersebut.

"Jadi kalau dari sisi jumlah dengan waktu yang singkat, dengan itu kami merasa sudah maksimal. Informasi signifikan nanti Pak Menko yang sampaikan," ia menambahkan.

Sebelumnya, sudah tiga hari Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) berada di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Tim terus menggali berbagai informasi terkait rentetan kasus penembakan yang terjadi akhir-akhir ini di wilayah tersebut.(*)

 



Sumber Berita: Merdeka.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load