TNI AL Tangkap Dua Kapal Ikan Vietnam

Sabtu , 03 Oktober 2020 | 14:58
TNI AL Tangkap Dua Kapal Ikan Vietnam
Sumber Foto dok/TNI AL
Salah satu kapal berbendera Vietnam yang ditangkap TNI AL.

JAKARTA - TNI Angkatan Laut (AL) melakukan patroli dengan KRI John Lie-358 (KRI JOL 358) di perairan Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Pada patroli ini, TNI AL menangkap dua kapal ikan berbendera Vietnam yang sedang melakukan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) pada Jumat (2/10/2020).

Keterangan yang diperoleh, Sabtu (3/10/2020) menyebutkan, peristiwa ini terjadi saat TNI AL melakukan patroli rutin di bawah kendali operasi Gugus Tempur Laut Koarmada I pada Jumat (2/10/2020) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Petugas mendeteksi 2 kontak yang dicurigai kapal ikan asing yang melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan Landas Kontinen Indonesia.

KRI JOL-358 kemudian berusaha mendekati dan memastikan kedua kapal yang sedang menangkap ikan itu. Menyadari keberadaan KRI JOL-358, kedua kapal ikan berbendera Vietnam ini berusaha mengelabui dengan mematikan lampu kapal, melepaskan jaring ke laut dan mencoba untuk menjauh ke arah utara untuk menghindar.

Komandan KRI JOL-358 Kolonel Laut (P), Bagus Badari kemudian merespons dengan melaksanakan peran tempur yang dilanjutkan dengan peran pemeriksaan dan penggeledahan. Dalam proses pengejaran ini, KRI JOL-358 memberikan isyarat agar kapal ikan asing (KIA) untuk berhenti, namun mereka tidak mengindahkan.

Setelah beberapa pengejaran, akhirnya satu dari kapal ikan asing itu dapat dihentikan. Komandan KRI JOL-358 memerintahkan untuk menurunkan Tim VBSS (Visit Board Search and Seizure) dengan menggunakan Rubber Inflatable Boat (RIB) untuk melaksanakan penangkapan dan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan awal, kapal ikan Vietnam itu bernama BV0908TS dengan ABK 3 orang. Setelah bisa menguasai keadaan di KIA BV0908TS. KRI JOL-358 selanjutnya melakukan pengejaran kembali terhadap KIA kedua yang masih berusaha untuk melarikan diri.

Sekitar satu jam pengejaran, KIA bernomor lambung BV4977TS dengan jumlah ABK 11 orang dapat dihentikan. Berdasarkan pemeriksaan awal kedua KIA berbendera Vietnam tersebut diduga melakukan penangkapan ikan di Perairan Landas Kontinen Indonesia tanpa dilengkapi dokumen perizinan yang sah, serta menggunakan alat tangkap yang tidak sesuai dengan aturan.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI, Abdul Rasyid, mengatakan TNI AL tetap melakukan patroli mesti saat pandemi Corona. Serta petugas melakukan kegiatan menerapkan protokol kesehatan.

"Saat ini masa pendemi Covid-19 semua dalam situasi yang sulit, namun dengan tetap disiplin pada protokol Kesehatan Covid-19. TNI AL utamanya Koarmada I tidak pernah merubah komitmen, secara rutin dan terus menerus hadir di perairan Yurisdiksi nasional Indonesia untuk menegakkan hukum dan kedaulatan Indonesia. Penangkapan 2 KIA berbendera Vietnam ini merupakan salah satu wujud nyata yang dikerjakan jajaran Koarmada I atas komitmen tersebut," ia menegaskan.

Abdul mengatakan, setelah penangkapan, kedua kapal ikan Vietnam digiring menuju Lanal Ranai untuk melaksanakan pemeriksaan lebih lanjut. Kedua kapal diduga melakukan pelanggaran berupa mengoperasikan kapal penangkap ikan asing di perairan Indonesia.

"Kepada kedua kapal berbendera Vietnam BV0908TS dan BV4977TS beserta 14 ABK selanjutnya dikawal menuju Lanal Ranai untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut. Kedua KIA berbendera Vietnam tersebut diduga melanggar Pasal 93 ayat (2) Jo Pasal 27 ayat (2) UU No. 45 th 2009 tentang Perikanan dikarenakan telah diduga melakukan pelanggaran berupa mengoperasikan kapal penangkap ikan berbendera asing di ZEE Indonesia secara illegal," ia menambahkan.(*)

 



Sumber Berita: Detik.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load