Mundur dari KPK, Febri Diansyah Tetap Perang Lawan Korupsi

Sabtu , 26 September 2020 | 13:25
Mundur dari KPK, Febri Diansyah Tetap Perang Lawan Korupsi
Sumber Foto dok/Antara/Muhammad Adimaja
Febri Diansyah

JAKARTA - Febri Diansyah mengundurkan diri dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meski begitu, Febri menegaskan tidak lari dari perang melawan korupsi.

Febri menyampaikan itu melalui beberapa cuitan di akun Twitter-nya seperti dilihat pada Sabtu (26/9/2020). Febri memulai dengan soal pamit.

"Sebelum akhirnya saya memutuskan ini, seorang teman bilang: 'Feb, jabatan, kekuasaan bahkan penghasilan ini semua tidak sebegitu pentingnya dibanding merawat keyakinan dan prinsipmu'. Dan kemudian saya bilang: Ya, dalam segala kecintaan pada KPK, saya pamit," kata Febri melalui akun Twitter-nya.

Febri mengatakan kondisi KPK telah berubah. Karena itu, menurutnya, KPK harus dijaga lebih kuat baik dari dalam maupun dari luar."Dengan jujur saya sampaikan, kondisi KPK memang telah berubah. Tapi saya tetap menghormati pilihan teman-teman yang bertahan ataupun selesai duluan. Dan karena itu, menurut saya, KPK harus dijaga dengan lebih kuat. Dari dalam ataupun luar," ujarnya.

Menurut dia, perang besar yang dihadapi adalah melawan korupsi. Karena itu, dia memilih pertempuran lain dalam peperangan yang sama."Jawaban untuk pertanyaan, apakah keputusan ini seperti lari dari perang? Perang besar kita adalah perang melawan korupsi. Dalam perang ini, banyak pertempuran yang harus dihadapi. Pamit dari KPK saat ini seperti memilih pertempuran lain dalam peperangan yang sama. Melawan korupsi," tuturnya.

Selain Febri, rupanya sudah ada 37 pegawai KPK lainnya mundur dari lembaga antikorupsi itu dalam setahun ini. Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango merinci 37 pegawai yang mengundurkan diri dari KPK. Menurut catatan Nawawi, sebanyak 29 pegawai tetap dan delapan pegawai tidak tetap mundur sejak awal tahun.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron angkat bicara soal pengunduran diri Febri Diansyah dan kabar total 37 pegawai KPK mundur. Ghufron menyindir mereka yang mundur.

"Kami menghormati keputusan pribadi pegawai KPK. Namun, dengan apa pun alasannya, KPK itu bukan tempat santai, KPK adalah candradimuka bagi para pejuang antikorupsi. Kami tak bangga kepada mereka yang masuk dengan segala kelebihannya," ucap Ghufron dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2020).

Ghufron mengistilahkan KPK sebagai tempat pertempuran, sehingga dia lebih menghargai orang-orang yang masih bertahan di KPK."Tapi kami sangat berbesar hati dan berbangga kepada mereka yang bertahan di dalam KPK bersama kami kini dengan segala kekurangan KPK saat ini. Pejuang itu tak akan meninggalkan gelanggang sebelum kemenangan diraih," katanya.

"Selamat kepada mereka yang masih mampu setia mencintai KPK," ia menambahkan.(*)



Sumber Berita: Detik.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load