Presiden Minta BNPT-BIN-Polri Usut Penyerangan Ulama

Rabu , 16 September 2020 | 19:30
Presiden Minta BNPT-BIN-Polri Usut Penyerangan Ulama
Sumber Foto dok/ist
Presiden Jokowi

PADANG - Menko Polhukam Mahfud Md meminta masyarakat tidak berspekulasi dan menyebut pemerintah sedang berupaya menutup kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber. Pemerintah tidak percaya soal kabar tersangka AA (24) sakit jiwa.

"Kalau kita tidak percaya, sekurang-kurangnya belum percaya bahwa yang bersangkutan sakit jiwa. Masyarakat jangan berspekulasi seakan pemerintah sedang mencari cara untuk menutup kasus ini," kata Mahfud di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (16/9/2020) sore.

Mahfud mengatakan Presiden Jokowi sudah memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polri untuk mengusut kasus penyerangan terhadap ulama yang terjadi sebelum kasus Syekh Ali Jaber.

Jokowi, lanjutnya, meminta kasus ini diusut lagi agar tidak ada lagi spekulasi liar yang berkembang di masyarakat.

"Tadi saya mendapat mendapat arahan dari Presiden agar BNPT dan instansi terkait seperti Polri, BIN dan lain-lain itu menjejak juga, 2016, 2017, 2018 ada juga kasus seperti ini. Selalu modusnya sama, yaitu katanya sakit jiwa lalu hilang kasusnya. Lalu sekarang itu sudah diselidik lagi yang dulu-dulu itu, jangan-jangan ini diorganisir oleh orang yang sama. Kita membaca juga diorganisir oleh orang yang sama hasil temuan seorang wartawan investigasinya dibilang ke saya," ungkap Mahfud.

"Ternyata, di tempat-tempat itu pelakunya selalu sama polanya. Tinggal di dekat peristiwa, kira-kira 300 meter lalu datang ke lokasi. Pernah ketemu. Setelah itu dinyatakan gila," katanya.

Mahfud memastikan kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber ini akan diproses hingga ke pengadilan.

Peristiwa penusukan itu sendiri terjadi pada Minggu (13/9/2020) setelah Syekh Ali Jaber berceramah di Masjid Falahuddin, Bandarlampung. Pelaku penusukan berinisial AA (24) ditangkap di lokasi kejadian setelah menyerang Syekh Ali Jaber. Saat ini tersangka AA telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polresta Bandarlampung.(*)



Sumber Berita: Detik.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load