ICW Desak KPK Ambil Alih Kasus Pelarian Djoko Tjandra

Jumat , 07 Agustus 2020 | 14:45
ICW Desak KPK Ambil Alih Kasus Pelarian Djoko Tjandra
Sumber Foto dok/Antara/Muhammad Adimaja
Djoko Tjandra saat tiba di Bareskrim Polri.

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera melalukan supervisi dan mengambil alih, terkait kasus pelarian Djoko Tjandra dari Indonesia yang diduga melibatkan oknum Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Polri.

Desakan itu disampaikan Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (7/8/2020).

Menurut dia, pentingnya lembaga antirasuah itu dilibatkan guna mencegah terjadinya konflik kepentingan, baik di Kejagung maupun Polri."Untuk mencegah adanya konflik kepentingan, KPK lebih baik segera mengambil alih penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi oknum di Kejaksaan Agung dan Kepolisian," tuturnya.

Kurnia menyarankan agar Kejagung segera menelisik oknum lain yang diduga terlibat dalam pelarian Djoko Tjandra. Hal ini bisa menjadi momen bersih-bersih di tubuh Kejagung sendiri.

"ICW berharap agar Kejaksaan Agung segera melakukan reformasi besar-besaran serta menindak berbagai oknum yang terlibat dalam pelarian Djoko Tjandra, baik memproses etik melalui Komisi Kejaksaan atau dengan instrumen hukum," ia menambahkan.

Pada Pasal 6 huruf b, Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, KPK mempunyai tugas supervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Kemudian, dalam Pasal 11 huruf a, KPK berwenang melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana korupsi yang melibatkan aparat penegak hukum, penyelenggara negara, dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara.

Pasal ini juga memberi batasan kepada KPK terkait dengan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan yang dilakukannya, yakni terkait jumlah kerugian negara paling. KPK berwenang mengusut perkara dengan kerugian negara paling sedikit Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).(*)

 



Sumber Berita: Pelbagai Sumber
KOMENTAR

End of content

No more pages to load