Lapas Nusakambangan Siap Tampung Djoko Tjandra

Rabu , 05 Agustus 2020 | 09:35
Lapas Nusakambangan Siap Tampung Djoko Tjandra
Sumber Foto Antara/Muhammad Adimaja
Terpidana Kasus Cessie Bank Bali Djoko Tjandra.

SEMARANG - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Nusakambangan, Jawa Tengah, siap menampung terpidana Djoko S Tjandra dipindahkan ke sana.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah Priyadi menyatakan hal itu seusai mengikuti gelar perkara di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Selasa (4/8/2020)."Masih banyak sel yang kosong," katanya.

Priyadi mengatakan pihaknya siap menjalankan instruksi dari pimpinan diputuskan keputusannya agar Djoko Tjandra menjalani bui di Lapas Nusakambangan."Apa perintah Pimpinan dan Atasan, ya kita siap. Termasuk bila dikehendaki untuk dibawa ke Nusakambangan", katanya.

Sebelumnya, muncul ketidakpercayaan mengenai integritas lapas atau rutan yang saat ini mengurung Djoko Tjandra, terutama khusus fasilitas mewah. Ketidakpercayaan itu terjadi karena pengakuan mantan narapidana mengenai kondisi rutan yang kini menjadi tempat Djoko Tjandra dikurung.

Organisasi kajian hukum, Omah Publik, mencurigai risiko pemberian fasilitas mewah di dalam Lapas atau Rutan terhadap terpidana kasus korupsi.

"Di Cipinang atau Sukamiskin sama saja. Yang ada mereka koruptor bisa dapat fasilitas sel mewah yang lengkap sarananya serasa di rumah. Apalagi bisa dijangkau transportasi. Paling pas ya di Nusakambangan, yang nyeberang laut, akses susah. Djoko Tjandra kan kelas kakap," kata Koordinator Omah Publik, Nanang Setyono.

Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra ditahan di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri sejak Jumat (31/7/2020) pekan lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, penempatan Djoko di rutan tersebut bertujuan untuk mempermudah proses pemeriksaan oleh penyidik terkait pembuatan surat jalan

Ia mengatakan, pemeriksaan terhadap Djoko itu untuk mengungkap apakah ada aliran dana dalam kasus pelarian ini. Karenanya, penahanan Djoko di rutan bareskrim diharapkan bisa mempermudah proses pemeriksaan.

Petualangan Djoko Tjandra di tengah buronnya itu melibatkan jenderal polisi. Setidaknya tiga jenderal polisi, satu jaksa, satu lurah telah dicopot dari jabatannya.

Satu jenderal polisi di antaranya bahkan menjadi tersangka dugaan membantu pelarian Djoko. Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, telah ditetapkan pula sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.(*)



Sumber Berita: Cnnindonesia.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load