IPW Sebut Mutasi Besar Polri Tidak Istimewa

Selasa , 04 Agustus 2020 | 13:55
IPW Sebut Mutasi Besar Polri Tidak Istimewa
Sumber Foto dok/ist
Ketua Presidium IPW Neta S Pane.

JAKARTA - Kapolri Jenderal Idham Azis merotasi delapan kapolda,  perwira tinggi (Pati) serta perwira menengah (Pamen) lainnya. Di mata Indonesia Police Watch (IPW) mutasi terhadap 346 Pati dan Pamen Polri bukan sesuatu yang istimewa serta tak terkait pergantian pimpinan Polri awal 2021.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane menyatakan hal tersebut dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (4/8/2020) siang.

Ia mengatakan, mutasi besar-besaran itu sebagai upaya penyegaran pada jabatan strategis kepolisian."(Mutasi tersebut) untuk mengganti orang-orang lama di posisi strategis Polri," katanya.

Menurut Neta, tidak ada sesuatu yang istimewa dalam mutasi para pamen dan pati tersebut. Mutasi itu hanya untuk mengukuhkan dan mengonsilidasikan 'kabinet' pilihan Kapolri Jenderal Idham Azis di jajaran kepolisian.

Ia juga tidak melihat adanya keterkaitan antara mutasi tersebut dengan pergantian pucuk pimpinan Polri pada awal 2021 mendatang."Mutasi ini tidak ada kaitannya dengan suksesi Kapolri," ia membantah sinyalemen itu.

Mutasi terhadap para pejabat Polri itu juga dinilai sebagai upaya konsolidasi jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020 pada Desember mendatang."Mutasi ini sepertinya juga dilakukan Polri untuk mengantisipasi pilkada serentak akhir tahun ini," ujarnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis melakukan mutasi jabatan terhadap para perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) di institusi yang dipimpinnya, termasuk sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan delapan kapolda.

Mutasi tersebut antara lain merotasi posisi 58 kapolres, empat kapolresta, dan tujuh kapolda. Selain itu, mutasi ini juga menggeser sebanyak 24 perwira aktif ke luar institusi Polri, yang terdiri dari 15 brigadir jenderal dan sembilan komisaris besar.(E-2)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load