Menkumham Bantah Keberadaan Joko Chandra di Indonesia

Rabu , 01 Juli 2020 | 04:04
Menkumham Bantah Keberadaan Joko Chandra di Indonesia
Sumber Foto REQnews.com
Buronan Kejakgung Joko Chandra

JAKARTA--Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengatakan bahwa tidak ditemukan adanya data dalam sistem yang dimiliki Kemenkumham mengenai keberadaan terpidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra di Indonesia.

"Dari mana data bahwa dia tiga bulan di sini, tidak ada datanya kok. Di sistem kami tidak ada, saya tidak tahu bagaimana caranya," ujar Yasonna dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Yasonna mengatakan pihaknya tidak tahu-menahu mengenai keberadaan koruptor yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak bertahun-tahun lalu itu. "Kemenkumham tidak tahu sama sekali di mana. Makanya kemarin kan ada dibilang ditangkap, kita heran juga. Jadi kami sudah cek sistem kami semuanya, tidak ada," kata Yasonna pula.

Joko Tjandra oleh Mahkamah Agung (MA) divonis dua tahun penjara dan denda Rp15 juta terkait kasus pengalihan hak tagih Bank Bali senilai Rp546,468 miliar. Dia melarikan diri ke Port Moresby, Papua Nugini (PNG), satu hari sebelum dikabulkannya permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Joko Tjandra dikabarkan sudah berstatus sebagai warga negara PNG.

Kecolongan

Dalam rapat dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen RI Senayan Jakarta, Senin (29/6), Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan dirinya memperoleh informasi bahwa Joko Tjandra telah berada di Indonesia tiga bulan terakhir.

Atas informasi tersebut, Ia mengaku sangat sakit hati. Pasalnya, Djoko Tjandra telah menjadi buron aparat penegak hukum selama bertahun-tahun lamanya. Selama menjadi buronan, tak diketahui pasti, dimana terpidana Djoko Tjandra itu berada.

Ia mengatakan, Kejaksaan Agung telah berupaya untuk menangkap Djoko Tjandra, tetapi selalu mengalami kesulitan. "Kami sudah berapa tahun mencari Djoko Tjandra. Tapi yang melukai hati saya, saya dengar Djoko Tjandra bisa ditemui di mana-mana, di Malaysia dan Singapura. Tapi kita minta kesana-sini juga tidak bisa ada yang bawa," ucapnya.

ST Burhanuddin pun mengatakan, Djoko Tjandra dikabarkan telah mendaftarkan peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 8 Juni 2020 lalu.

 



Sumber Berita: Berbagai sumber
KOMENTAR

End of content

No more pages to load