KPK: Hiendra Soenjoto Menyerahlah!

Selasa , 02 Juni 2020 | 16:12
KPK: Hiendra Soenjoto Menyerahlah!
Sumber Foto Antara/Benardy Ferdiansyah
Dari kiri-kanan. Deputi Penindakan KPK Karyoto, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, dan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/6/2020) terkait penangkapan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi (NHD) dan menantunya Rezky Herbiyono (RHE).

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan kepada tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HS) segera menyerahkan diri.

"Kepada tersangka HS dan seluruh tersangka KPK yang masih dalam status DPO saat ini, kami ingatkan untuk segera menyerahkan diri kepada KPK," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Hiendra merupakan salah satu tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2011-2016. Untuk dua tersangka lainnya, yakni mantan Sekretaris MA Nurhadi (NHD) dan menantunya Rezky Herbiyono (RHE) telah ditangkap di Jakarta Selatan, Senin (1/6/2020) malam.

Ketiganya sebelumnya telah ditetapkan dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Februari 2020.

Ghufron mengatakan penangkapan dua orang DPO tersebut menegaskan bahwa koordinasi KPK bersama Polri untuk melakukan pencarian dan penangkapan para DPO akan terus dilakukan."Termasuk terhadap DPO atas nama HS yang diduga sebagai pemberi suap dan atau gratifikasi dalam kasus ini," katanya seperti dilansir Antara.

Selain itu, kata dia, KPK juga berterima kasih dan mengapresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan informasi terkait keberadaan para DPO KPK tersebut.

"KPK juga membuka akses penerimaan informasi bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan para DPO KPK untuk melaporkan kepada kantor kepolisian terdekat atau menginformasikan pada KPK melalui Call Center 198 atau nomor telepon 021-25578300. Peran serta masyarakat dalam pemberantasan korupsi sangat penting bagi KPK," ia menambahkan.(*)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load