Dua Petugas Medis Corona Ditembak KKB di Papua

Sabtu , 23 Mei 2020 | 12:35
Dua Petugas Medis Corona Ditembak KKB di Papua
Sumber Foto dok/ist
Ilustrasi penembakan di Papua.

JAKARTA - Juru Bicara Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal membenarkan penembakan terhadap dua tenaga medis tim Gugus Tugas Covid-19 oleh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya.

Ia menyatakan hal itu melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (23/5/2020). Ia mengatakan, penembakan terjadi pada Jumat (22/5/2020) waktu setempat. Dua tenaga medis itu masing-masing adalah Alamanek Bagau dan Koni Somou.

"Pada hari dan tanggal tersebut, personel Polres Intan Jaya mendapat Informasi dari salah satu tenaga medis yang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya bahwa telah terjadi penembakan terhadap dua orang tenaga medis," katanya.

Kamal mengatakan, keduanya ditembak saat sedang mengantar obat- obatan untuk menangani penyebaran Covid-19. Salah satu tenaga medis tersebut yakni Koni Somou meninggal dunia sementara tenaga medis lainnya yakni Alemanek Bagau masih menjalani perawatan di Pastoral Wandai serta dilaporkan kritis.

Ia emastikan pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan ini. Kapolres Intan Jaya Ajun Komisaris Besar Yuli Karre Pongbala bersama sejumlah anggota kepolisian dan pihak TNI akan menuju ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban.

Dia juga menjelaskan soal lambatnya penanganan yang dilakukan terhadap kedua tenaga medis ini karena tempat kejadian penembakan berada di wilayah yang cukup jauh dan memiliki medan perjalanan yang cukup sulit diakses."Kita membutuhkan waktu sekitar lima jam untuk dapat tiba di TKP," katanya seperti dilansir cnnindonesia.com.

Kamal mengatakan, di lokasi kejadian belum tersedia pos jaga polisi maupun jaringan telekomunikasi yang bisa memudahkan akses komunikasi. Dari delapan distrik yang ada di Intan Jaya baru 3 distrik yang ditempati oleh pasukan."Termasuk anggota kepolisian. Sedangkan lima distrik yakni Tomasiga, Agisiga, Ugimba, Wandai, dan Iyandoga belum ada pos keamanan dan juga anggota kepolisian yang berada di sana," ia menambahkan.(*)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load