BIN Diminta Ikut Memburu Harun Masiku

Jumat , 07 Februari 2020 | 17:40
BIN Diminta Ikut Memburu Harun Masiku
Sumber Foto cnnindonesia.com
Kepala BIN Budi Gunawan.

JAKARTA - Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief meminta Badan Intelijen Negara (BIN) turut membantu KPK memburu tersangka kasus suap yang merupakan eks caleg PDIP Harun Masiku.

Harun diketahui masih buron sampai dengan saat ini walau telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak 9 Januari 2020. Harun sendiri telah ditetapkan KPK masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buron sejak 29 Januari 2020.

Andi mengatakan badan intelijen perlu membantu pencarian Harun guna membuktikan bahwa Kepala BIN Budi Gunawan tidak memiliki hubungan apa pun dengan PDIP. Menurut Andi, banyak pihak memposisikan Budi Gunawan berafiliasi dengan PDIP.

"Alangkah baiknya KPK meminta bantuan Pak Budi Gunawan agar Badan Intelijen Negara lakukan hal sama, meski Ka BIN dekat dengan PDIP Partainya Harun dan Hasto," kata Andi melalui Twitter, Jumat (7/2/2020).

"Saatnya Badan Intelijen Negara membantu KPK dan Polri menangkap buronan Harun Masiku. Saatnya BIN menjawab desas-desus di rakyat selama ini bahwa aparat intelijen tidak netral dan berada di belakang partai tertentu saja. Ini saatnya," ia menambahkan.

Terpisah, Juru Bicara BIN Wawan Hari Purwanto belum merespons soal itu. Dia belum memberikan klarifikasi atas pernyataan Andi terutama ihwal dugaan hubungan Kepala BIN Budi Gunawan dengan PDIP.

Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menganggap pelibatan BIN belum perlu dalam rangka mengungkap keberadaan Harun Masiku. Perburuan Harun sendiri sudah dilakukan KPK dengan dibantu Polri yang mengerahkan 34 Polda dan 540 Polres di bawahnya.

Akan tetapi, sambung Fahmi, tak ada salahnya jika turut melibatkan BIN. Menurutnya itu untuk menjawab keraguan masyarakat terhadap kinerja KPK dan Polri yang tak kunjung mampu menangkap Harun Masiku."Cuitan Andi Arief dapat dianggap serius, walaupun di sisi lain hal itu dapat dianggap sebagai bentuk keraguan atas kemampuan KPK dan Polri. Nah bagi saya, boleh saja dilibatkan. Toh itu dilakukan untuk kepentingan umum" tuturnya melalui pesan singkat.

KPK menetapkan Harun Masiku sebagai tersangka kasus suap PAW anggota DPR periode 2019-2024. KPK juga telah memasukan Harun dalam daftar buronan pada 29 Januari lalu.

Polri turut membantu KPK. Kapolri Jenderal Idham Azis telah memerintahkan seluruh Polda dan Polres se-Indonesia untuk mengungkap keberadaan kader PDIP tersebut. Namun, hingga kini, Harun masih belum terungkap keberadaannya. KPK dan Polri masih berupaya mencari Harun yang dikabarkan lolos dari operasi tangkap tangan.(*)

 



Sumber Berita: cnnindonesia.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load