Ini 17 Orang Penasihat Kapolri Jenderal Idham Azis

Kamis , 23 Januari 2020 | 15:14
Ini 17 Orang Penasihat Kapolri Jenderal Idham Azis
Sumber Foto cnnindonesia.com
Kapolri Jenderal Idham Azis

JAKARTA - Kapolri Jenderal Idham Azis mengangkat 17 orang dari berbagai latar belakang sebagai penasihatnya. Sebagian besar penasihat sudah dikenal oleh publik lantaran kerap muncul di media massa.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono mengatakan bahwa Idham sudah memiliki pertimbangan matang sebelum mengangkat para penasihat."Semua pasti kan sudah pakai analisa, memilih orang hebat untuk dampingi beliau (Idham Azis)," kata Argo di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Pengangkatan 17 penasihat termaktub dalam Keputusan Kapolri Nomor: Kep/117/I/2020 tentang Pengukuhan, Pemberhentian dari, dan Pengangkatan dalam Jabatan Penasihat Ahli Kapolri. Surat diterbitkan pada 21 Januari 2020.

Agus Rahardjo

Dari sejumlah penasihat yang diangkat, nama Agus Rahardjo yang paling dikenal oleh publik. Dia dipercaya menjadi penasihat bidang penanganan korupsi.

Agus adalah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019. KPK di masa kepemimpinan Agus melakukan sedikitnya 498 penyelidikan, 539 penyidikan dan 433 penuntutan.

Sebanyak 286 perkara sudah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht) dan 383 perkara dalam tahap eksekusi.

Agus membawa KPK menjadi lembaga yang sering melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Selama dipimpin Agus, KPK telah melakukan lebih dari 87 OTT dengan total sedikitnya 330 tersangka.

Refly Harun

Seorang pakar hukum tata negara asal Palembang, Sumatera Selatan. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Dia dipercaya menjadi penasihat Kapolri bidang tata negara.

Refly juga dikenal sebagai pengacara. Dia kerap menjadi kuasa hukum dalam kasus sengketa pemilu atau pilkada di MK.

Hendardi

Merupakan aktivis hak asasi manusia (HAM) yang kini masih menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus Setara Institute. Oleh Kapolri Jenderal Idham Azis, dia diberi tugas sebagai penasihat bidang HAM.

Saat Tito Karnavian menjabat sebagai Kapolri, Hendardi juga dipercaya sebagai penasihat bidang HAM.

Termutakhir, Hendardi menjadi anggota panitia seleksi calon pimpinan KPK 2019-2024. Banyak aktivis antikorupsi, termasuk ICW, menilai pansel tidak menentukan capim KPK yang berintegritas.

Ifdhal Kasim

Ifdhal adalah Ketua Komnas HAM pada 2007-2012. Kelahiran Aceh dan lulusan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) sebelum aktif di Komnas HAM. Terakhir, dia sempat menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP).

Nur Kholis

Mantan Komisioner Komnas HAM periode 2007-2017. Dipercaya sebagai penasihat bidang HAM, sama seperti saat Tito Karnavian menjabat sebagai Kapolri.

Nur Kholis pernah aktif sebagai Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Selatan dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang.

Berikut daftar lengkap penasihat ahli Kapolri Jenderal Idham Azis:

1. Agus Rahardjo sebagai penasihat bidang penanganan korupsi
2. Refly Harun sebagai penasihat bidang tata negara
3. Hendardi sebagai penasihat bidang HAM
4. Ifdhal Kasim sebagai penasihat bidang HAM
5. Nur Kholis sebagai penasihat bidang HAM
6. Indriyanto Seno Aji sebagai penasihat bidang hukum
7. Indria Samego sebagai penasihat bidang ilmu politik
8. Chaerul Huda sebagai penasihat bidang hukum pidana
9. Fachry Aly sebagai penasihat bidang sosiologi
10. Muradi sebagai penasihat bidang keamanan dan politik
11. Hermawan Sulistyo sebagai penasihat bidang politik
12. Sisno Adiwinoto sebagai penasihat bidang ilmu kepolisian
13. Adi Indrayanto sebagai penasihat bidang informasi teknologi
14. Fahmi Alamsyah sebagai penasihat bidang komunikasi publik
15. Rustika Herlambang sebagai penasihat bidang media sosial
16. Wildan Syafitri sebagai penasihat bidang ekonomi
17. Andi Soebjakto Molanggato sebagai penasihat bidang pergerakan kepemudaan.(*)

 



Sumber Berita: cnnindonesia.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load