Polri: Harun Masiku Tak Ada di Gowa Sulsel

Selasa , 21 Januari 2020 | 19:33
Polri: Harun Masiku Tak Ada di Gowa Sulsel
Sumber Foto dok/ist
Brigjen Argo Yuwono

JAKARTA - Polri mengaku sudah mengecek keberadaan tersangka kasus suap dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR 2019-2024, Harun Masiku, ke kediaman istrinya di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Namun, menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono, Polri tak mendapati keberadaan Harun di sana."Anggota sudah di sana, sudah ke rumahnya yang bersangkutan, belum ada anggota melihat yang bersangkutan di sana," kata Argo di Bareskrim Polri, Selasa (21/1).

Di sisi lain, Argo menegaskan bahwa Polri siap membantu KPK dalam rangka mencari keberadaan Harun. Apalagi, dikatakan Argo, pihaknya juga telah menerima surat dari pihak KPK. "Prinsipnya polisi back up penuh mencari yang bersangkutan ada di mana, kita akan backup daripada penyidik KPK," tuturnya seperti dikutip cnnindonesia.com.

KPK sendiri diketahui telah memasukkan Harun ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Namun, Ketua KPK Firli Bahuri tidak menjelaskan lebih lanjut sejak kapan Harun ditetapkan menjadi DPO. "Sudah, sudah [ditetapkan DPO]," kata Firli, Senin (20/1/2020).

KPK menetapkan Harun bersama tiga orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR terpilih tahun 2019-2024, yakni Komisioner KPU Wahyu Setiawan, eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan pihak swasta Saeful.

Penetapan tersangka itu hasil pengembangan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan lembaga antirasuah. Hanya saja, tim penindakan KPK tidak berhasil menangkap Harun yang disebut sudah berada di luar negeri sejak sebelum OTT. Sebuah pemberitaan media kemudian menyebutkan Harun berada di Sulsel.

Harun diduga menyuap Wahyu untuk memuluskan langkahnya menjadi anggota legislatif menggantikan kader lain dari PDIP, Nazarudin Kiemas, yang meninggal dunia. Sementara, dirinya tidak memenuhi syarat untuk itu sebagaimana ketentuan yang berlaku.(*)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load