Hari Ini Putusan Gugatan Praperadilan Eks Sekretaris MA Nurhadi

Selasa , 21 Januari 2020 | 10:06
Hari Ini Putusan Gugatan Praperadilan Eks Sekretaris MA Nurhadi
Sumber Foto dok/ist
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi

JAKARTA - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Selasa (21/1/2020) ini akan menjalani sidang pembacaan putusan gugatan praperadilan. Nurhadi mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap pengurusan kasus perdata di MA.

Berdasarkan jadwal yang diterima, sidang pembacaan putusan itu digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada pukul 11.00 WIB.

Kemarin Pelaksana Tugas Juru Bicara (Plt) KPK Ali Fikri mengatakan putusan praperadilan Nurhadi hari ini akan menjadi ujian independensi majelis hakim dalam mengadili perkara.

Ali menjamin penyelidikan dan penyidikan oleh pihaknya telah dilaksanakan secara sah berdasarkan hukum.

"Putusan hakim ini akan menjadi ujian independensi bagi peradilan dalam memutus perkara secara adil dan transparan, mengingat pemohon NH ditetapkan sebagai tersangka dalam jabatan Sekretaris Mahkamah Agung dan kuatnya stigma di masyarakat masih adanya mafia kasus dan mafia peradilan," ujar Ali kepada wartawan, Minggu (19/1/2020) malam seperti dilansir cnnindonesia.com.

Atas dasar itu, ia pun meminta majelis hakim untuk menolak seluruh permohonan yang diajukan Nurhadi. Atau, sambungnya, setidak-tidaknya menyatakan permohonan Praperadilan tidak dapat diterima. Sebab, menurut Ali, putusan terhadap Praperadilan Nurhadi memiliki pengaruh terhadap kepercayaan publik.

KPK menetapkan Nurhadi sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara perdata di Mahkamah Agung.

Ada dua tersangka lain dalam kasus serupa, yakni menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono, serta Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto. Nurhadi diduga telah menerima gratifikasi atas tiga perkara di pengadilan. Ia diduga menerima janji dalam bentuk 9 lembar cek dari PT MIT serta suap/ gratifikasi dengan total Rp46 miliar.

Gugatan praperadilan dilayangkan Nurhadi pada 18 Desember lalu, dan telah melewati empat agenda sidang sejak yang pertama pada 6 Januari lalu.(*)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load