KPK Belum Berhasil Temukan Tersangka Harun Masiku

Sabtu , 11 Januari 2020 | 07:50
KPK Belum Berhasil Temukan Tersangka Harun Masiku
Sumber Foto kabar24.c0m
Ilustrasi

AJAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga saat ini masih menunggu kedatangan Harun Masiku. Yang bersangkutan sebelumnya telah ditetapkan sebagai salah tersangka dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap oknum Komisioner Komisi Pemilu Umum (KPU) Wahyu Setiawan. 

Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta mengatakan Harun hingga Jumat (10/1) malam, tersangka korupsi Harun Masiku belum ditemukan alias belum menyerahkan diri.

Di tempat terpisah Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku tak tahu keberadaan calon legislator PDIP Harun Masiku. "Kalau Harun Ar Rasyid di dalam cerita kita sering mendengar, tapi kalau Harun ini saya enggak tahu," kata Hasto, seperti dikutip Tempo.co, Jumat.

Harun Masiku merupakan caleg PDIP di Pemilu 2019 dari daerah pemilihan Sumatera Selatan I. Namanya diajukan oleh PDIP sebagai calon pengganti antar waktu anggota DPR PDIP yang bernama Riezky Aprilia. Harun diduga diduga merupakan pihak pihak pemberi suap atau penyuap Wahyu Setiawan. Meskipun telah menyandang status sebagai tersangka, namun hingga saat ini yang bersangkutan masih belum menyerahkan diri kepada KPK. 

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat dikonfirmasi wartawan membenarkan hingga petang hari ini Harun belum juga menyerahkan diri. "Sampai petang tadi belum menyerahkan diri kepada KPK, kami berharap yang bersangkutan menghadap ke KPK” kata Nurul Ghufron. 

Penyidik KPK sebelumnya diberitakan telah menggelar kegiatan penindakan di lapangan atau Operasi Tangkap Tangan (OTT) melalukan operasi tangkap terhadap Wahyu Setiawan. KPK kemudian menetapkan Wahyu dan Agustiani orang kepercayaan Wahyu sebagai tersangka penerima suap.

Penyidik KPK juga telah menetapkan Harun Masiku dan Saeful sebagai tersangka karena diduga sebegai pihak pemberi suap. Namun Harun yang kebetulan “lolos” alias  tidak terjaring OTT KPK diduga melarikan diri alias kabur. KPK meminta Harun kooperatif dan segera menyerahkan diri.

Tersangka Wahyu diduga menerima total duit suap Rp 600 juta untuk memuluskan permintaan Harun untuk menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).

KOMENTAR

End of content

No more pages to load