Mahfud: Aksi Terorisme Jadi Perhatian Jelang Natal

Jumat , 13 Desember 2019 | 18:11
Mahfud: Aksi Terorisme Jadi Perhatian Jelang Natal
Sumber Foto dok/ist
Mahfud Md

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menilai aksi terorisme masih rawan terjadi jelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2020. Menurutnya, potensi gangguan keamanan itu akan menjadi salah satu atensi khusus bagi personel gabungan dalam Operasi Lilin tahun 2019.

Hal itu ia sampaikan usai menggelar rapat koordinasi lintas sektoral bersama Kapolri, Panglima TNI, dan Kementerian Perhubungan di Auditorium PTIK, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

"Beberapa hal yang jadi atensi kerawanan Natal dan Tahun Baru diantaranya adalah ancaman terorisme, kelancaran arus mudik, serta gangguan Kamtibnas. Itu berdasarkan data tahun-tahun lalu," kata Mahfud.

Dia mengatakan ancaman terorisme bisa terjadi kapan saja. Ia menyebut serangan terhadap mantan Menko Polhukam Wiranto hingga ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan terjadi secara tiba-tiba.

Melihat hal itu, ia meminta personel keamanan untuk meningkatkan pengamanan di tempat-tempat ibadah hingga ke tempat-tempat keramaian sepanjang Operasi Lilin digelar.

"Perlu peningkatan pengamanan seperti tempat ibadah, tempat wisata dan tempat keramaian. Sehingga seluruh masyarakat merasa aman dan terlindungi dengan kehadiran pemerintah," ujarnya seperti dikutip cnnindonesia.com.

Selain itu, Mahfud meminta agar pihak keamanan mengantisipasi potensi munculnya aksi masyarakat yang bersifat intoleran. Aksi seperti kegiatan sweeping hingga pembakaran rumah ibadah berpotensi muncul.

"Kegiatan masyarakat dalam merayakan Natal dan Tahun Baru berpengaruh pada peningkatan mobilitas masyarakat, yang berpotensi kerawanan Kamtibmas," katanya.

Mahfud lantas merinci kasus gangguan keamanan setahun terakhir turut mengalami kenaikan. Ia menyebut peningkatan itu melonjak dari 2.909 kasus menjadi 4.012 kasus. "Tapi jumlah kecelakaan lalu lintas menurun 30 persen dari 965 jadi 673 kejadian," ia menambahkan.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load