• Selasa, 31 Januari 2023

Kuat Ma'ruf Tegaskan Tidak Tahu Yosua Akan Dibunuh pada 8 Juli 2022

- Selasa, 24 Januari 2023 | 11:57 WIB
Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yousa Hutabarat, Kuat Maruf, bersiap menjalani sidang di Pengadian Negeri Jakarta Selatan, Senin (16/1/2023).(Dok/Antara/Fauzan)
Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yousa Hutabarat, Kuat Maruf, bersiap menjalani sidang di Pengadian Negeri Jakarta Selatan, Senin (16/1/2023).(Dok/Antara/Fauzan)


SINAR HARAPAN - Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kuat Ma’ruf menegaskan dirinya tidak tahu bahwa Yosua akan dibunuh pada 8 Juli 2022.

"Saya harus tegaskan bahwa saya tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi kepada almarhum Yosua pada tanggal 8 Juli 2022," kata Kuat Ma’ruf ketika membacakan pleidoi atau pembelaan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa 24 Januari 2023.

Kuat Ma’ruf mengaku bingung dan tidak paham atas dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU) kepada dirinya yang didakwa turut serta dalam pembunuhan berencana terhadap Yosua.

Baca Juga: Kasus Tuntutan Bharada E, Jokowi: Saya Tidak Bisa Intervensi Proses Hukum yang Sedang Berjalan

"Tetapi dimulai dari proses penyidikan, saya seakan-akan dianggap dan bahkan dituduh mengetahui perencanaan pembunuhan terhadap almarhum," tutur Kuat Ma’ruf.

Sejumlah tuduhan yang Kuat Ma’ruf sebutkan adalah anggapan para penyidik bahwa Kuat menyiapkan pisau dari Magelang, Jawa Tengah, serta tuduhan membawa pisau tersebut ke rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Yosua.

"Padahal di dalam persidangan sangat jelas terbukti saya tidak pernah membawa tas atau pisau, yang didukung keterangan dari para saksi dan hasil video rekaman yang ditampilkan," katanya.

Baca Juga: Jaksa Menuntut Kuat Ma'ruf Delapan Tahun Penjara, Dinilai Berbelit-belit dalam Memberikan Kesaksian

Kuat juga menyanggah tuduhan dirinya bersekongkol dengan terdakwa Ferdy Sambo. Berdasarkan hasil persidangan, jelas Kuat, tidak ada satu pun saksi, video rekaman, atau bukti lainnya yang menyatakan bahwa dirinya bertemu dengan Ferdy Sambo di Saguling, Jakarta Selatan.

Dia juga menyanggah tuduhan dianggap ikut merencanakan pembunuhan terhadap Yosua karena Kuat menutup pintu dan menyalakan lampu. Dia menegaskan tindakan tersebut sudah menjadi rutinitas dirinya sebagai asisten rumah tangga.

"Jadi, kapan saya ikut merencanakan pembunuhan kepada almarhum Yosua?" tambahnya.

Baca Juga: Seperti Kuat Ma'ruf, Jaksa Juga Tuntut Ricky Rizal Hukuman 8 Tahun Penjara

Oleh karena itu, ia meminta kepada majelis hakim untuk berlaku dengan adil dalam memutus perkara itu.

"Karena yang saya pahami, majelis hakim yang mulia adalah wakil Tuhan di dunia ini dalam memutuskan perkara yang akan memengaruhi hidup seseorang," katanya.

Dalam persidangan sebelumnya, jaksa penuntut umum menyatakan terdakwa Kuat Ma'ruf terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga: Ricky Rizal Sebut Kuat Ma'ruf Sempat Bawa Pisau dan Kejar Brigadir J

Dengan demikian, jaksa menuntut terdakwa Kuat Ma’ruf hukuman pidana penjara delapan tahun.

Kuat Ma’ruf merupakan satu dari lima terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Empat terdakwa lainnya adalah Ricky Rizal yang dituntut pidana penjara selama delapan tahun, Ferdy Sambo dituntut pidana penjara seumur hidup, Putri Candrawathi dituntut pidana penjara delapan tahun, serta Richard Eliezer dituntut pidana penjara 12 tahun.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

KPK Merekrut 15 Penyidik dari Polri

Selasa, 31 Januari 2023 | 14:16 WIB

KPK Perpanjang Penahanan Lukas Enembe 40 Hari Kedepan

Senin, 30 Januari 2023 | 17:54 WIB
X