• Rabu, 7 Desember 2022

Empat Prajurit TNI AU Di Biak Ditahan Terkait Kematian Prada Indra Wijaya

- Rabu, 23 November 2022 | 01:06 WIB

Ilustrasi (dok)

SINAR HARAPAN--Tentara Nasional Indonesia AU (TNI AU) telah menahan empat anggotanya sebagai buntut dugaan penganiayaan yang mengakibatkan kematian Prada Muhammad Indra Wijaya.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengatakan bahwa pihaknya sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terkait dengan tewasnya anggota TNI AU di Biak, Papua.

"TNI AU telah menahan 4 prajurit yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan, untuk dimintai keterangan dan penyidikan lebih lanjut,” kata Indan, Selasa (22/11/2022). 

Satuan Polisi Militer Komando Operasi Udara atau Satpom Koopsud III TNI Angkatan Udara Biak, Papua mendalami dugaan kasus kekerasan yang mengakibatkan meninggalnya salah seorang prajurit.

Korban Indra merupakan tamtama yang bertugas di Sekretariat Makoopsud III Biak. Ia meninggal pada Sabtu 19 November 2022 setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Lanud Manuhua, Biak.

"Prada Muhammad Indra Wijaya dilaporkan telah meninggal di rumah Sakit Lanud Manua Biak, setelah sebelumnya pingsan di Mess Tamtama Tiger Makoopsud III Biak," kata Indan pada siaran pers Selasa 22 November 2022.

Indan berujar institusi tidak segan menghukum prajurit yang terbukti bersalah. TNI AU akan memberikan sanksi hukum yang tegas dalam kasus ini. "Bila terbukti ditemukan ada tindak pidana  penganiayaan, TNI AU akan memberikan sanksi hukum tegas, sesuai aturan yang berlaku," ujar dia.
 
Dikabarkan bahwa jenazah Indra Wijaya tiba di kediaman keluarganya dalam peti jenazah yang terkunci. Pihak keluarga membongkar paksa peti dan menyaksikan wajah Imdra lebam dan ada sis sisa darah.

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X