• Senin, 28 November 2022

Polisi Terapkan Restorative Justice di Kasus Warga Bogor Pura-pura Meninggal Gegara Terlilit Utang

- Senin, 21 November 2022 | 12:54 WIB
Warga Rancabungur, Kabupaten Bogor, Urip Saputra (40) di Mapolres, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (21/11/2022).(Antara/M Fikri Setiawan)
Warga Rancabungur, Kabupaten Bogor, Urip Saputra (40) di Mapolres, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (21/11/2022).(Antara/M Fikri Setiawan)


SINAR HARAPAN - Kepolisian Resor Bogor, Jawa Barat, menerapkan restorative justice pada kasus warga Rancabungur, Kabupaten Bogor, Urip Saputra (40) yang berpura-pura meninggal dunia dan aksinya viral di media sosial.

"Ketika subjek hukum ini mengambil langkah-langkah untuk rasa keadilan, dengan mekanisme yang sekarang ada yaitu restorative justice, saya rasa itu lebih bermanfaat dan lebih barokah bagi kita semua," kata Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin di Mapolres, Cibinong, Bogor, Senin 21 November 2022.

Menurutnya, dalam proses penegakan hukum ada tiga unsur yang perlu disepakati untuk tujuan hukum itu sendiri, yakni keadilan, kemanfaatan, dan kepastian. Hal itu yang melandasinya mengambil tindakan restorative justice.

Baca Juga: Warga Bogor Pura-pura Meninggal Karena Dililit Utang Minta Maaf di Kantor Polisi

"Mudah-mudahan perkara saudara US, bagi kita semuanya menjadi pembelajaran, karena langkah dan tindakan yang kita lakukan mengandung konsekuensi," ujarnya.

Pasalnya, Urip Saputra sudah menyampaikan permohonan maaf kepada publik di Mapolres Bogor.

"Ide tersebut muncul karena ada perasaan untuk menghindar dari kewajibannya membayar utang. sekarang yang bersangkutan juga sudah sadar dan menyampaikan permohonan maaf," kata Iman.

Baca Juga: KPK Panggil Tujuh Saksi Kasus Suap dan Gratifikasi Lukas Enembe

Urip Saputra (40) meminta maaf atas aksinya yang sempat membuat heboh karena berpura-pura meninggal dunia dan viral di media sosial.

"Saya menyampaikan permohonan maaf, khususnya kepada keluarga saya juga kepada kerabat, tetangga, dan polisi, juga seluruh masyarakat yang telah terganggu atas masalah ini," kata Urip didampingi Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin.

Ia mengaku berterima kasih kepada pihak Kepolisian karena telah membantu menyadarkan dan menyelesaikan beberapa permasalahan yang sedang ia hadapi.

Baca Juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Tiga Tersangka Kasus Universitas Lampung

"Pada kesempatan ini pula saya dari lubuk hati yang terdalam mengucapkan terima kasih kepada polisi yang telah menyadarkan saya dan membantu saya mengatasi permasalahan yang saya hadapi," ujarnya.

Urip juga berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan-perbuatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Menurutnya, aksi pura-pura meninggal itu didasari atas bebannya terhadap sejumlah utang ke tempat kerjanya.

"Karena beban saja, kita akan melakukan proses mediasi, pertama dengan pihak yang saya punya utang. Spontan saja tidak ada yang pengaruhi saya, tidak ada yang mendorong saya, murni atas inisiatif saya sendiri," terang Urip.

Baca Juga: Saksi: Ricky Rizal Terima Transfer Rp 200 Juta Dari Rekening Brigadir J

Urip Saputra diperiksa oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor sejak Sabtu (19/11) di Mapolres Bogor.

Sebelumnya, Video US beredar pada Senin (14/11) di media sosial dalam kondisi tertidur di dalam peti jenazah. Dalam video tersebut terlihat bagian perut US bergerak menghela napas dan orang di sekelilingnya terlihat keheranan.

Pada potongan video lainnya, US menerima penanganan medis di RSUD Kota Bogor setelah diketahui masih hidup di dalam peti jenazah.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

KPK Panggil Dua Pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe

Kamis, 24 November 2022 | 12:28 WIB

Tokoh PAN di Subang Dijerat KPK

Selasa, 22 November 2022 | 21:38 WIB
X