Lagi, Hakim Agung Dijerat KPK, Tersangka Korupsi Pengurusan Perkara di MA

- Minggu, 13 November 2022 | 19:18 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

SINAR HARAPAN--Hakim Agung Gazalba Saleh telah ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Ini hasil pengembangan kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Sebelumnya, KPK telah menetapkan hakim agung Sudrajad Dimyati (SD) dan kawan-kawan sebagai tersangka kasus korupsi pengurusan perkara.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri membenarkan penetapan Gazalba sebagai tersangka. 
Namun, kata Ali, pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam pengembangan kasus itu akan diumumkan saat penyidikan dirasa cukup.

Baca Juga: DPR Resmi Cabut Rekomendasi Untuk Sudrajat Dimyati Sebagai Hakim Agung

"Adapun nama-nama tersangka akan kami umumkan pada kesempatan lain ketika penyidikan ini cukup," katanya, Minggu (13/11/2022)

Sebelumnya, Juru Bicara MA  Andi Samsan Nganro juga telah mengonfirmasi soal penetapan Gazalba Saleh sebagai tersangka oleh KPK.

"Sehubungan dengan ditetapkannya GZ (Gazalba Saleh) sebagai tersangka, tentu KPK yang lebih mengetahui sebab untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka harus memenuhi minimal dua alat bukti yang sah," kata Andi Samsan melalui keterangannya pada Jumat (11/11).

Ia mengatakan MA menyerahkan sepenuhnya proses hukum tersebut kepada KPK.

Baca Juga: Keadilan Telah Runtuh Dengan Penangkapan Hakim Agung, Pimpinan MA Harus Berbenah

"Oleh karena kasusnya sudah berada di wilayah kewenangan KPK maka kita serahkan kepada proses hukumnya," ujar dia.

KPK sempat memeriksa Gazalba Saleh sebagai saksi untuk tersangka Sudrajad Dimyati (SD) dan kawan-kawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (27/10).

Usai diperiksa, Gazalba Saleh memilih irit bicara mengenai pemeriksaannya tersebut.

"Tanyakan sama penyidik ya," kata Gazalba Saleh saat itu.

Baca Juga: KPK Tetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati Sebagai Tersangka

Sebelumnya, KPK telah menetapkan 10 tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara di MA tersebut. Tersangka sebagai penerima ialah SD, Hakim Yustisial/Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu (ETP), dua PNS pada Kepaniteraan MA Desy Yustria (DY) dan Muhajir Habibie (MH), serta dua PNS MA yakni Nurmanto Akmal (NA) dan Albasri (AB).

Sementara itu, tersangka selaku pemberi suap yaitu Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES) sebagai pengacara serta dua pihak swasta/debitur KSP Intidana Heryanto Tanaka (HT) dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).

 

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPK Merekrut 15 Penyidik dari Polri

Selasa, 31 Januari 2023 | 14:16 WIB
X