• Senin, 5 Desember 2022

IPW: Bentuk Tim Pencari Fakta Tragedi Stadion Kanjuruhan

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:57 WIB
Polisi menembakan gas air mata untuk meredakan kerusuhan di Kanjuruhan Malang Jawa Timurr.(Antara/Ari Bowo Sucipto)
Polisi menembakan gas air mata untuk meredakan kerusuhan di Kanjuruhan Malang Jawa Timurr.(Antara/Ari Bowo Sucipto)


SINAR HARAPAN - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mengatakan harus ada pembentukan tim pencari fakta untuk mengusut tuntas tragedi tewasnya ratusan suporter sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang Jawa Timur.

"Harus ada tim pencari fakta yang diturunkan," kata Sugeng Teguh Santoso saat dihubungi Antara di Jakarta, Minggu 2 Oktober 2022.

Sugeng mengatakan tim pencari fakta yang dibentuk harus melibatkan banyak pihak; tidak hanya dari institusi Bhayangkara, tetapi juga melibatkan pihak lain, seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), serta perwakilan suporter.

Baca Juga: IPW Desak Kapolri Cabut Izin Penyelenggaraan Liga Indonesia Buntut Kerusuhan Kanjuruhan

Tim pencari fakta tersebut bertujuan untuk mendalami penyebab kematian ratusan pendukung sepak bola usai pertandingan antara Arema FC berhadapan dengan Persebaya Surabaya di Jawa Timur, Sabtu (1/10).

IPW juga mendesak agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencabut izin sementara seluruh penyelenggaraan kompetisi Liga 1 menyusul tragedi di Stadion Kanjuruhan.

"Ini sebagai bahan evaluasi harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat)," tambah Sugeng.

Baca Juga: ISESS Desak Polri Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan, Copot Kapolres Malang

Selain itu, tambahnya, upaya pencabutan izin kompetisi juga sebagai kesempatan untuk menganalisis sistem pengamanan oleh aparat kepolisian dalam mengendalikan kericuhan pascapertandingan sepak bola.

Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, bermula saat ribuan pendukung Aremania merangsek masuk ke area lapangan setelah Arema FC kalah dari Persebaya dengan skor 3-2. Kemudian, para pemain dan ofisial Persebaya langsung meninggalkan Stadion Kanjuruhan dengan menggunakan empat mobil barakuda.

Kerusuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan, termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari Polri dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.

Baca Juga: Menpora Minta PSSI dan LIB Investigasi atas Tragedi Arema Vs Persebaya

Hingga Minggu pagi, sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya, kata Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta di Jawa Timur.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X