• Senin, 5 Desember 2022

Presiden Jokowi Meminta Gubernur Lukas Enembe Hormati Proses Hukum

- Senin, 26 September 2022 | 12:10 WIB
Presiden Jokowi.(Dok/Antara/Desca Lidya Natalia)
Presiden Jokowi.(Dok/Antara/Desca Lidya Natalia)


SINAR HARAPAN - Akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomentar mengenai kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe. Kepala Negara meminta semua pihak untuk menghormati proses hukum.

Jokowi menyatakan hal tersebut kepada wartawan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin 26 September 2022 terkait kasus hukum Lukas Enembe.

Ia melanjutkan, semua pihak harus menghormati proses hukum yang ada di KPK karena semua sama di mata hukum.

Baca Juga: KPK Panggil Dua Saksi Terkait Kasus Lukas Enembe

Presiden juga meminta agar semua pihak menghormati panggilan KPK. "Saya sudah sampaikan juga agar semuanya menghormati panggilan dari KPK menghormati proses hukum yang ada di KPK. Semuanya," ia menambahkan.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi pagi ini mengatakan, pihaknya memanggil Gubernur Lukas Enembe untuk diperiksa sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin 26 September 2022.

"Iya, sejauh ini sesuai agenda sebagaimana surat panggilan yang sudah kami kirimkan dan diterima oleh tersangka maupun penasihat hukumnya," ucapnya seperti dilansir Antara.

Baca Juga: Hari Ini KPK Panggil Lukas Enembe untuk Diperiksa sebagai Tersangka

KPK pun mengharapkan Lukas Enembe dapat memenuhi panggilan tersebut."KPK tentu berharap pihak dimaksud memenuhi panggilan di Gedung Merah Putih KPK sesuai yang KPK telah sampaikan secara patut," katanya.

KPK telah mengirimkan surat panggilan kedua kepada Lukas Enembe. Sebelumnya, Lukas Enembe tidak menghadiri panggilan KPK untuk diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi pada Senin (12/9).

KPK juga memastikan dalam proses penyidikan yang dilakukan terhadap Lukas Enembe sesuai koridor dan prosedur hukum, yakni dengan menjunjung asas praduga tak bersalah dan hak asasi manusia (HAM).

Baca Juga: Menkopolhukam Tegaskan Dugaan Korupsi Lukas Enembe Murni Kasus Hukum

Adapun keinginan tersangka untuk berobat ke Singapura, kata dia, KPK bakal mempertimbangkannya.

"Namun, tentu kami juga harus pastikan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap tersangka lebih dahulu ketika ia sudah sampai di Jakarta," kata Ali.

Sebelumnya, Stefanus Roy Rening selaku pengacara Lukas Enembe menyatakan kliennya tidak memungkinkan untuk menghadiri panggilan pada Senin (26/9) dengan alasan kesehatan.***


 

Editor: Norman Meoko

Tags

Terkini

X